Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

5 Film Rekomendasi Mengisi Libur Kemerdekaan

5 Film Rekomendasi Mengisi Libur Kemerdekaan

Berita Baru, Film – Salah satu cara merayakan libur 17 Agustus 2022 yang jatuh pada hari Rabu besok adalah dengan menonton film Indonesia. Terdapat film-film Indonesia bertema pendidikan yang cocok untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-77, baik di rumah bersama keluarga maupun di agenda nonton bareng acara tirakatan.

Berikut ini beberapa film dengan tema pendidikan yang bisa ditonton bersama.

Daftar Rekomendasi Film Indonesia untuk Libur 17 Agustus Bertema Pendidikan:

1. Alangkah Lucunya Negeri Ini (2010)

Sinopsis: Sudah dua tahun sejal lulus S1 manajemen, Muluk (Reza Rahadian) belum mendapatkan pekerjaan. Kegagalan selalu menghampirinya. Hingga suatu ketika, dia bertemu dengan seorang pencopet bernama Komet (Angga).

Komet membawa Muluk menemui kelompok copet yang anggotanya adalah anak-anak. Ketua kelompok copet anak itu bernama Jarot (Tio Pakusadewo).

Muluk yang memiliki latar belakang pendidikan manajemen menawarkan kerja sama. Muluk akan mengelola hasil kerja kelompok copet dan memberikan pendidikan kepada mereka. Sebagai imbalannya, Muluk meminta 10 persen dari hasil uang yang dikumpulkan kelompok copet.

Setelah perdebatan cukup alot, Jarot menyetujui usulan Muluk. Dalam pelaksanaannya, Muluk dibantu oleh Samsul (Asrul Dahlan), sarjana pendidikan yang kerjanya main gaple di pos ronda; dan Pipit (Ratu Tika Bravani), sorang sarjana D3 yang kerjanya mengadu keberuntungan dengan mengikuti program kuis di TV.

Kepada ayahnya, Pak Makbul (Deddy Mizwar), Muluk menyatakan dirinya telah bekerja di bagian SDM (sumber daya manusia). Dengan bangga, Pak Makbul menyampaikan berita tersebut ke Haji Sarbini (Jaja Mihardja), calon besannya.

2. Di Timur Matahari (2012)

Sinopsis: Penonton akan mengikuti kisah Mazmur, Thomas, Agnes, Yokim, dan Suryani. Mereka merupakan orang pedalaman yang sangat haus akan pendidikan.

Setiap hari Mazmur menunggu kedatangan guru pengganti di sebuah lapangan terbang tua, satu-satunya penghubung kampung mereka di daerah pegunungan tengah Papua dengan kehidupan luar. Sudah enam bulan tak ada guru yang mengajar.

Karena guru pengganti tidak kunjung datang, ke lima anak ini mencari pelajaran di alam dan lingkungan sekitar. Lewat pendeta Samuel, ibu dokter Fatimah, om Ucok dan om Jolex, mereka mendapatkan banyak pengetahuan.

Pada suatu hari, ayah Mazmur terbunuh oleh Joseph, ayah Agnes, dan paman Yokim dan Suryani. Pertikaian antarkampung tak bisa dihindari.

Kabar kematian Blasius sampai kepada Michael, adik Blasius yang sejak kecil diambil oleh Mama Jawa yang tinggal dan belajar di Jakarta, Michael terpukul mendengar itu.

Michael dan istrinya pergi menuju Papua dan mencoba menyelesaikan permasalahan ini. Adik bungsunya, Alex, menentang pemikiran Michael. Bagi Alex, jalan satu-satunya adalah perang. Mazmur, Thomas dan ketiga sahabatnya tetap berkawan dan berusaha mendamaikan kedua kampung ini.

3. Tanah Surga Katanya (2012)

Sinopsis: Hasyim merupakan mantan sukarelawan Konfrontasi Indonesia Malaysia tahun 1965. Setelah istri tercinta meningal, dia memutuskan untuk tidak menikah. Dia tinggal bersama anak laki-laki tunggal yang juga menduda serta dua cucunya: Salman dan Salina.

Kehidupan mereka di perbatasan Indonesia dan Malaysia merupakan sebuah tantangan. Mereka hidup dalam keterbelakangan pembangunan dan ekonomi.

Suatu hari, Astuti yang merupakan guru sekolah dasar di kota, datang tanpa direncanakan. Dia mengajar di sekolah yang hampir rubuh karena setahun tidak berfungsi. Tak lama berselang datang pula dr. Anwar, dokter muda yang datang karena tidak mampu bersaing sebagai dokter profesional di kota.

Haris mencoba membujuk ayahnya untuk pindah ke Malaysia dengan alasan di sana lebih menjanjikan secara ekonomi. Namun Hasyim bersikeras tidak mau pindah. Baginya, kesetiaan pada bangsa merupakan harga mati.

Persoalan semakin pelik saat Hasyim tahu Haris telah menikah dengan perempuan Malaysia. Dia bermaksud mengajak Salman dan Salina untuk tinggal di Malaysia. Salman yang dekat dengan sang kakek memilih tetap tinggal di Indonesia.

4. Film Sokola Rimba (2013)

Sokola Rimba merupakan film yang diambil dari kisah nyata Butet Manurung bersama suku Anak Dalam. Film tersebut disutradarai oleh Riri Riza dan berdurasi 1 jam 30 menit. Film Sokola Rimba mengandung akan nilai-nilai pendidikan dan kemanusiaan.

Film Sokola Rimba banyak menerima penghargaan di beberapa ajang seperti piala Best Adapted Screenplay dalam Festival Film Indonesia 2014. Beberapa artis yang ditampilkan dalam Film Sokola Rimba seperti Prisia Nasution, Nyungsang Bungo, Nengkabau, Beindah, Rukman Rosadi, Nadhira Suryadi, Ines Somellera, Netta KD, dan Dery Tanjung.

5. Film Laskar Pelangi (2008)

Laskar Pelangi merupakan film yang menceritakan tentang sebuah sekolah, yakni SD Muhammadiyah di Gantung (Belitung Timur) yang kekurangan murid dan akan ditutup. Standar yang diimbaukan supaya sekolah dapat beroperasi adalah 10 murid. Namun menjelang penutupan sekolah tersebut, baru berisikan 9 murid.

Kemudian, muncul seorang anak bernama Harum dan melengkapi sebagai siswa ke-10. Akhirnya, sekolah tersebut dapat tetap beroperasi. Film Laskar Pelangi diadaptasi dari novel karya Andrea Hirata berjudul “Laskar Pelangi”.

Film Laskar Pelangi disutradari oleh Riri Riza. Kemudian, perusahaan film yang memperoduksinya adalah Miles Films dan Mizan Production. Beberapa artis yang ditampilkan dalam Film Laskar Pelangi seperti Cut Mini, Ikranagara, dan Slamet Rahardjo.

beras