Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

5 Mitos soal Cuci Muka Menurut Para Ahli
Ilustrasi mitos cuci muka. (Foto: Banten News)

5 Mitos soal Cuci Muka Menurut Para Ahli



LifestyleSalah satu perawatan untuk kulit tetap bersih yakni dengan cuci muka namun ternyata ada beberapa mitos yang beredar di masyarakat dengan mencuci muka.

Mencuci muka memulainya apakah lokasi harus dilakukan hingga durasi atau hal lainnya yang menjadi perdebatan.

Dibawah ini 5 mitos yang telah diungkap pakar dermatologi, susai dilansir Insider.

1. Tidak boleh cuci muka saat mandi
Beberapa diantara kita berpikir mencuci muka tidak boleh menjadi rutinitas mandi, menurut Shasa Hu Dokter kulit bersertifikat dan pendiri layanan konsultasi perawatan kulit BiaLife mengatakan sebenarnya menjadi hal baik selama berhati-hati.

“Saat anda mencuci muka dengan menggunakan pancuran, kabut hangat dari pancuran itu akan mendorong pengelupasan kulit lebih dalam dan membuka sumbatan pori-pori. kata Hu.

Hu menambahkan selama tidak menggunakan air panas atau menggunakan sabun yang tidak aman, mencuci muka disaat mandi akan lebih menghemat waktu, air dan lebih bersih.

2. Harus selalu cuci muka dua kali sehari

Hadley King Dokter kulit berbasis di New York City mengatakan perlu atau tidaknya mencuci muka dua kali sehari tergantung pada jenis kulit dan bagian yang perlu di bersihkan.

Kalau jenis kering sangat sensitif di bersihkan sekali di malam hari akan tetapi ketika kulit berminyak anda mengharuskan setidaknya dua kali sehari.

Tapi bagi yang selesai berolahraga yang berkeringan atau memakan makeup tebal maka sebaiknya cuci muka sebelum atau setelah tidur.

“Membersihkan muka sebelum beristirahat di sarankan tidak hanya untuk menghapus makeup, namun untuk menghilangkan kotoran dengan polusi yang menumpuk di kulit kita saat siang hari,” jelas King.

Menyebabkan partikel-partikel itu merusak oksidatif dan berkontribusi pada rusaknya kolagen dan kerutan.

“Jika kamu menggunakan produk kulit satu malam yang meninggalkan lapisan pada kulit maka perlu membersihkan wajah anda di pagi hari juga,” kata King.

3. Produk efektif jika wajah terasa sedikit terbakar

Audrey Kunin pendiri merek perawatan kulit DERMAdoctor berpendapat soal “tidak ada rasa sakit, tidak akan ada hasil” tidak berlaku untuk perawatan kulit.

“Kalau kulit kamu terbakar atau iritasi oleh bahan perawatan kulit akan mengganggu lapisan asam pelindung kulit dan akan menyebabkan sensitif kulit hingga berujung infeksi,” jelas Audrey

Tapi retinoid dengan asam tertentu dengan resep akan mendapatkan hasil sensasi terbakat atau pengelupasan hingga kulit anda menyesuaikan.

Kamu tidak yakin dengan reaksi kulit terhadap suatu produk normal atau tidak, maka sebaiknya kamu berkonsultasi dengan dokter khusus kulit sebelum lanjut penggunaan.

4. Cuci muka dengan sabun dan air sudah cukup

Sabun batangan biasanya untuk membersikan hal-hal biasa saja. Sabun konvensional ini akan menghilangkan minyak alami kamu dan mengganggu pH kulit anda dengan merusak penghalat kulit.

Inilah sebabnya kulit kering yang diungkap oleh Rachel Nazarian dokter kulit yang berasal di New York City.

Untuk menghindarinya, cucilah wajah kamu dengan pembersih yang lembut tanpa pewangi yang akan menawarkan pembersih secara mendalam pada kulit.

5. Gosok dengan sikat pembersih cara terbaik untuk pembersihan menyeluruh
Ini sangat berlawanan dengan kepercayaan populer. Menggosok dengan waslap atau alat lainnya tak akan hilang minyak pada permukaan kulit.

“Dengan iringnya waktu, kulit kamu akan merespon terkelupasnya mekanis yang sangat agresif dengan memproduksi lebih banyak minya dan menyebabkan penyumbatan,” jelas Hu.

Alat gosok ini akan menyebabkan celah mikroskopis pada kulit yang akan meningkatkan resiko reaksi alregi atau iritasi kulit. Sebaiknya kamu menggunakan kain yang lembut.

beras