Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

75 Tahun Indonesia Menenun Kebangsaan

75 Tahun Indonesia Menenun Kebangsaan



Kolom75 tahun sudah merah putih berkibar membentang dari Sabang sampai Meraoke, dari Miangas sampai Rote, dari Papua sampai Aceh. Bersatu merawat perbedaan dalam pelukan sayap burung garuda.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dilahirkan oleh jiwa-jiwa merdeka yang mempunyai spirit perjuangan yang disandarkan pada kecintaan kepada tanah air. Generasi muda harus tetap menjadikan Pancasila sebagai basis nilai-nilai kritis untuk menghadapi tantangan global.

Di sepanjang sejarah perjalanan bangsa, dengan perjuangan dan pengorbanan pemuda yang melampaui dirinya memiliki peran strategis dan signifikan dalam perkembangan bangsa Indonesia. Kelompok pemuda mampu mempertahankan eksistensi bangsa, mampu melakukan bacaan sosial, ekonomi, politik dan kebudayaan, serta mampu menunjukkan kualitas peran pemuda sebagai aktor penerus bangsa.

Sayup-sayup peringatan kemerdekaan bangsa bukan hanya sebatas glorifikasi tahunan, tetapi peringatan kemerdekaan yang tepat untuk membuka ingatan kolektif sebagai pemuda. Berbicara kemerdekaan seperti kita mengipas-ngipas kembali api sejarah untuk memandang lebih terang masa depan.

Kemajuan jaman semakin cepat, generasi muda tidak boleh murung dan cemas menatap masa depan, tetapi harus tetap optimis mengapai cita-cita dan harapan ibu pertiwi.

Arus globalisasi bergandengan tangan dengan era digital, sehingga transformasi kepetingannya melewati jalur lintas negara dan lintas geografis.

Peran sejarah sangat kuat sebagai amunisi bergerak untuk menyambung sanad perjuangan. Skanario global untuk menguasai bangsa yaitu dengan strategi memusnahkan kesejarahan dan kebudayaan agar kehilangan akar basis perjuangan. Jika sudah tercerabut dari akar sejarah dan budaya bangsa, maka ambruklah mental sebagai bangsa.

Fase pertama itu bangsa kita mengawali sejarah dengan mengusir segela bentuk penjajahan, penghisapan, eksploitasi di bumi nusantara, fase Ke dua, generasi muda mempertahankan dan menikmati kemerdekaan. Di fase Ke tiga merupakan runtuhnya bangsa yang berbarengan dengan lupanya generasi muda dengan sejarah bangsanya sendiri.

beras