Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Ada Tambang Emas di Lokasi Debat Kedua PMII Jatim
Tambang Emas di Trenggalek. (Dok. Foto: Nggalek.co)

Ada Tambang Emas di Lokasi Debat Kedua PMII Jatim

beras

Berita Baru, Trenggalek – Pesta demokrasi dua tahunan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur terus berlanjut. Kini memasuki babak baru. Di Kabupaten Mojokerto, debat kandidat telah dilangsungkan. Kini dengan tema “Human Rights and Environmental Ethics” debat kandidat putaran kedua akan digelar di Kabupaten Trenggalek.

Namun, tahukah Kalian bahwa di Kabupaten Trenggalek tengah terancam oleh pertambangan emas?

Dilansir dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur, mengatakan bahwa wilayah Kabupaten Trenggalek rencananya akan dijadikan lokasi tambang emas. Melansir Bappeprov Jawa Timur di Bappeda.jatimprov.go.id, disebutkan ada kandungan emas di tiga titik galian yaitu Suruh, Timahan, dan Kojan. Konsesi itu dimiliki oleh perusahaan tambang multinasional Arc Exploration Ltd, melalui perusahaan tambang nasional PT. Sumber Mineral Nusantara (SMN).

Padahal, daerah tersebut merupakan daerah dengan kekayaan alam yang cukup beragam. Ada hutan, perkebunan, pertanian, pegunungan karst, hingga perikanan. Walhi menegaskan perubahan kawasan yang akan dijadikan tambang perlahan dipastikan bakal mengubah alam dan seluruh kehidupan masyarakat.

Secara keseluruhan, kabupaten seluas 126.140 hektare ini terdiri dari 14 Kecamatan dengan 152 desa dan 5 kelurahan. Sekitar 2/3 luasan kabupaten merupakan pegunungan, dengan curah hujan mencapai 17,14 mm. Kondisi alam ini menjadikan pertanian sebagai penopang utama perekonomian masyarakat, khususnya padi dan produk hortikultura seperti durian dan pisang.

Sebab suburnya lahan pertanian di Trenggalek tidak dapat dilepaskan dari keberadaan 28 sungai yang panjangnya antara 2 hingga 41,50 kilometer. Belum lagi 91 dam dan 28 pompa air, serta 361 sumber mata air yang tersebar di berbagai wilayah tersebut.

Semungklung merupakan pegunungan dengan puluhan sumber mata air yang mengaliri desa-desa di bawahnya. Selain tanaman hutan ada juga satwa liar, seperti monyet ekor panjang, babi hutan, kijang, ular, maupun elang. Semungklung adalah sumber kehidupan dan tempat hidupnya masyarakat.

Pertambangan emas itu dinilai mengancam kerusakan lingkungan beserta ekologinya. Padahal keberadaan hutan lindung, kata Walhi Jatim, otomatis membawa manfaat bagi warga. Terutama untuk pertanian yang membuat warga bisa panen hingga tiga kali setahun. Tidak hanya di Sumberbening, desa-desa sekitar juga ikut merasakan nikmatnya memiliki sumber air bersih.

Desa Dukuh, Kecamatan Watulimo, salah satu desa yang terancam. Padahal warga bercocok tanam di lahan garapan sendiri dengan menanam kelapa, manggis, durian dan salak, selain tanaman kayu. Hasil panen itu dijual ke pasar maupun ke Trenggalek.

Bergantungnya masyarakat pada sumber daya alam yang selama ini dimanfaatkan hasilnya terutama air bersih, dipastikan terancam hilang dan rusak saat perusahaan tambang datang. Masyarakat pun bertekad, mempertahankan kondisi alam mereka sebagaimana adanya, tanpa harus diubah menjadi kawasan tambang.

beras