Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Aksi Kemanusiaan Brighter for Humanity and Society untuk Mewujudkan Baban Tangguh, Sehat dan Sejahtera

Aksi Kemanusiaan Brighter for Humanity and Society untuk Mewujudkan Baban Tangguh, Sehat dan Sejahtera

beras

oleh: Yuyun Khairun Nisa*


Setiap manusia pasti memiliki impian untuk meraih karir tertentu. Namun, esensi dari setiap karir yang diimpikan tak lain adalah menjadi bermanfaat bagi sesama manusia. Sejalan dengan hadits nabi yang masyhur dijadikan motto hidup banyak orang, yakni خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ (H.R At-Thabrani). Artinya, sebaik-baiknya manusia ialah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

Terlebih bagi para mahasiswa yang memiliki privilege atau keistimewaan untuk menimba ilmu di perguruan tinggi, tentunya harus mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk kepentingan masyarakat luas. Salah satunya dengan pengabdian masyarakat atau aksi kemanusiaan.

Seperti halnya sebuah program yang akan dijalankan para mahasiswa dari Universitas Jember (UNEJ) dan Politeknik Negeri Jember (Polije). Sejumlah 24 mahasiswa dari 2 kampus yang berbeda yang mana sekaligus penerima manfaat Bright Scholarship ini, berinisiatif untuk berkolaborasi dalam aksi kemanusiaan, Brighter for Humanity and Society (BHS), di Dusun Baban, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember.

BHS akan diadakan selama 3 hari 2 malam, mulai dari tanggal 15-17 Juli 2022 dengan mengusung tema gerakan ABATASA “Aksi Menuju Baban Tangguh, Sehat dan Sejahtera.” Berangkat dari 3 permasalahan yang dihadapi masyarakat Dusun Baban di bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi, BHS mengusung 3 program utama.

Aksi Kemanusiaan Brighter for Humanity and Society untuk Mewujudkan Baban Tangguh, Sehat dan Sejahtera

Pertama, Sekolah Kesehatan Ibu-Ibu Baban (SEKUBA) merupakan sebuah program yang bergerak di bidang kesehatan yang bertujuan untuk memberikan edukasi, pendampingan, dan konseling terkait tumbuh kembang anak.
Angka stunting yang relatif tinggi di Dusun Baban belum didukung dengan fasilitas kesehatan yang memadai. Hanya tersedia 1 Pondok Bersalin Desa (Polindes) dan 2 bidan saja dalam satu desa. Oleh karenanya, SEKUBA dibentuk sebagai upaya pencegahan terjadinya stunting pada anak, sehingga kondisi ibu dan anak akan terjamin sehat.

Kedua, Sinergitas Pemuda Baban Unggul (SPBU) yang merupakan sebuah wadah bagi pemuda desa untuk aktif berkegiatan dan semangat meraih cita-cita. Program ini dibentuk untuk mengurangi angka pernikahan dini di Dusun Baban yang terbilang cukup tinggi, sebanyak 16 kasus serta 103 kasus isbat nikah di tahun 2020 berdasarkan Badan Pusat Statistika (BPS) Jember, 2021.

Salah satu solusi untuk mencegah pernikahan dini ialah dengan memfasilitasi kegiatan yang bersifat edukatif, sehingga dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul melalui pemberian pemahaman akan pentingnya pendidikan demi kesejahteraan masyarakat juga perlu ditumbuhkan, karena sejatinya pendidikan yang dapat meningkatkan sosial-ekonomi masyarakat.

Melalui Kerjasama dengan Karang Taruna dan kelompok pemuda Dusun Baban lainnya, harapannya dapat menciptakan wadah untuk meningkatkan semangat belajar serta meraih mimpi, bahkan hingga perguruan tinggi, sehingga dapat membentuk SDM Baban dengan kapasitas yang mumpuni. Yang anak muda butuhkan ialah kemampuan, semangat belajar dan ijazah, alih-alih buku nikah.

Aksi Kemanusiaan Brighter for Humanity and Society untuk Mewujudkan Baban Tangguh, Sehat dan Sejahtera
Keterangan Foto : Kondisi kegiatan perekonomian masyarakat baban.

Ketiga, Peduli Ekonomi Rakyat Desa (PERASA) merupakan program yang bergerak di bidang ekonomi, yang berfokus pada para perempuan janda dan lansia yang membutuhkan sebagai target sasaran penerima manfaat program ini.
Target 1000 bibit cabe jamu akan diberikan untuk mendorong peran perempuan bekerja dan lansia yang sejahtera.

Mengingat mata pencaharian masyarakat Dusun Baban yang notabene petani atau pekebun serta kondisi geografis berupa perkebunan, bantuan bibit cabe jamu akan membuka peluang ekonomi masyarakat setempat.

Terlebih, proses penanaman cabe jamu yang cukup mudah dan memiliki harga jual yang tinggi, dapat menjadi passive income bagi masyarakat Dusun Baban untuk kemudian dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Berangkat dari berbagai kompleksitas permasalahan masyarakat di akar rumput, sudah semestinya mahasiswa sebagai agent of change terjun untuk memberikan solusi alternatif dengan mengamalkan pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan. Tak hanya itu, para mahasiswa juga akan belajar banyak hal baru dari pengalaman terjun di masyarakat melalui aksi kemanusiaan Brighter for Humanity and Society (BHS).

Untuk mengikuti info lebih lanjut terkait aksi kemanusiaan Brighter for Humanity and Society (BHS), atau ingin ikut serta berkontribusi secara tidak langsung dengan berdonasi dapat melalui akun Instagram @bhs.official2022. Semakin banyak orang yang peduli terhadap sesama, maka semakin banyak kebaikan pun kebermanfaatan yang pastinya berkah dan bernilai ibadah.

beras