Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Alissa Wahid: Bebaskan Warga Wadas yang Ditahan
Alissa Wahid, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian/ Kompas TV

Alissa Wahid: Bebaskan Warga Wadas yang Ditahan

beras

Berita Baru, Jakarta – Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid merespons peristiwa penangkapan warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, pada Selasa (8/2).

Alissa Wahid meminta Kapolda Jawa Tengah membebaskan warga desa Wadas yang ditahan.

“Atas nama @GUSDURians, kami meminta Kapolda Jateng untuk membebaskan warga Wadas yang ditahan,” tulis Alissa Wahid di akun Twitter miliknya.

Ia juga meminta kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk menunda pengukuran dll sampai selesai bermusyawarah untuk menghindari clash antara rakyat dengan aparat Negara.

Putri sulung mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini mengatakan bahwa akar permasalahan tersebut ada pada paradigma pembangunan Indonesia.

“Rakyat diminta menyerahkan tanah airnya kepada Negara, dengan dalih demi kepentingan lebih besar. Benar-benar rakyat itu (dianggap) kecil. Kalau menolak, dianggap membangkang kepada Negara. Dianggap diprovokasi. Boleh ditindak,” terangnya.

Padahal, menurut Alissa kalaupun untuk kepentingan lebih besar, rakyat tetap berhak berpendapat dan bertindak atas tanah airnya, sehingga proses (nembung) harus sampai di titik temu yang setara. “Tidak boleh dikorbankan. Kaidahnya: kebijakan pemimpin haruslah ditujukan untuk kemaslahatan rakyatnya,” sambungnya.

Terakhir, Alissa Wahid mempertanyakan berapa banyak rakyat kecil yang sudah dikorbankan atas nama pembangunan. “Sampai sekarang, setiap berada di bandara Kulonprogo, saya selalu kirim fatihah untuk kemaslahatan keluarga-keluarga yang dulu berjuang pertahankan tanah airnya. Semoga mereka baik-baik saja,” ujarnya.

“Sampai kapan terus berulang?,” tutup Alissa Wahid.

beras