Jumat, 25, 06, 2021

Banyuwangi Buka Beasiswa Studi Semua Agama

-

Berita Baru Jatim, Banyuwangi –  Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menandatangani beasiswa studi agama kolaborasi dengan Universitas Islam Negeri (UIN) KH Achmad Siddiq dan Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa, dan akan dilanjutkan dengan Institut/Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri, Katolik, Buddha, dan Konghucu pada Minggu (02/04/2021).

“Anak-anak muda diberi beasiswa belajar ilmu agama sesuai keyakinannya masing-masing. Yang muslim ya belajar di UIN, yang Hindu ya di Universitas Negeri Hindu, yang Kristen di Institut Agama Kristen Negeri, yang Katolik ya di Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri, yang Buddha ya di Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri, dan yang Konghucu ya di Sekolah Tinggi Agama Konghucu,” dikutip langsung dari akun Instagramnya @ipukfdani.

Beasiswa strata satu (S1) itu diperuntukkan untuk pelajar Banyuwangi yang ingin melanjutkan studinya pada fokus keagamaan.

Menurutnya, Beasiswa Studi Agama ini dilengkapi berbagai pendidikan kebangsaan melalui workshop & outbond. Sehingga tercipta generasi yang paham ilmu agama sekaligus cinta Indonesia.

Beasiswa ini melengkapi beasiswa berbagai cabang ilmu pengetahuan yang selama ini telah difasilitasi melalui beasiswa Banyuwangi Cerdas, mulai ilmu eksakta, sosial, sampai seni ke Institut Seni Indonesia (ISI) Solo.

Berita Terkait :  Jember Menjadi Satu-satunya Kota Jawa Timur yang Terpilih Selenggarakan JAFF 2020

Sementara itu, beberapa tahun terakhir, 1.800 mahasiswa telah mendapatkan program beasiswa Banyuwangi Cerdas dengan total anggaran sekitar Rp 30 miliar.

Sementara itu, Rektor UIN KH Achmad Siddiq, Prof Babun Suharto, antusias menyambut kerja sama tersebut. “Kami siap berkontribusi meningkatkan kualitas SDM anak-anak muda Banyuwangi,” ujar Prof Babun.

Berita Terkait :  Jember Menjadi Satu-satunya Kota Jawa Timur yang Terpilih Selenggarakan JAFF 2020

Prof Babun pun telah menyiapkan berbagai program. “Salah satunya, kami siap menerima mahasiswa dari Banyuwangi melalui jalur prestasi, misalnya untuk studi keagamaan bisa diperuntukkan bagi penghafal Alquran,” ujarnya.

Apresiasi juga dilontarkan Prof I Made Surada, Wakil Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa Bali. Menurut dia, kolaborasi dengan Pemkab Banyuwangi ini bertujuan mulia mencetak generasi muda yang memahami ajaran agama sesuai keyakinan masing-masing, dalam hal kampusnya adalah agama Hindu.

“Dalam istilah kami, ilmu adalah senjata untuk mengarungi kehidupan. Dengan program ini, artinya Banyuwangi sedang membekali warganya dengan senjata yang memang sangat mereka butuhkan,” kata Prof Surada.

“Tertarik studi agama di kampus-kampus keagamaan, dari Islam, Hindu, Kristen, Katolik, Buddha, hingga Konghucu? Mekanisme teknis akan diumumkan Dinas Pendidikan,” pungkas Ipuk.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU