Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Berdayakan Petani Tembakau Melalui ALP Village, Imaji Sociopreneur Gelar Forum Diskusi di Desa Bagon

Berdayakan Petani Tembakau Melalui ALP Village, Imaji Sociopreneur Gelar Forum Diskusi di Desa Bagon

beras

Berita Baru Jatim, Jember – Imaji Sociopreneur, lembaga yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat menggelar diskusi dan penandatanganan kerja sama program ‘ALP Village’ bersama kelompok masyarakat, petani tembakau, dan perangkat desa di Balai Desa Bagon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, kemarin, Senin, 16 Agustus 2021.

Kegiatan ini merupakan langkah awal sebelum program pemberdayaan masyarakat di sektor pendidikan, ekonomi, sosial, dan lingkungan bertajuk ‘ALP Village’ dilaksanakan September mendatang.

Moch. Musta’Anul Khusni, direktur Imaji Sociopreneur mengatakan kegiatan ini selain bertujuan sebagai forum silaturahmi dan diskusi, juga sebagai wadah untuk menyerap aspirasi dan menggali potensi langsung dari masyarakat desa.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin bersilaturahmi sekaligus menggali potensi dan bertukar gagasan bersama kelompok masyarakat desa Bagon,” ujar pria yang akrab disapa Anul ini.

Turut hadir dalam kegiatan, Ahmad Kholili, Kepala Desa Bagon menyambut baik kegiatan yang diinisiasi Imaji Sociopreneur dan PT. Universal Tempu Rejo di desa naungannya. Ia mengatakan pihaknya siap bekerja sama dan mendukung seluruh program tersebut.

“Semoga kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik dan dampaknya bisa segera dirasakan masyarakat desa Bagon,” ujarnya ditemui seusai acara.

Kegiatan ini dimulai pukul 12.30 WIB. Satu per satu kelompok masyarakat tampak berdatangan menuju aula balai desa. Sebelum masuk, mereka terlebih dahulu melakukan pengecekan saturasi oksigen dan suhu tubuh. Protokol kesehatan memang menjadi fokus utama saat acara.

Pasalnya, selain pengecekan suhu tubuh dan saturasi oksigen, tempat duduk para peserta diatur dengan jarak satu meter. Difta, ketua panitia menegaskan pihaknya selalu mengupayakan agar kegiatan tak menyalahi protokol kesehatan.

“Kami mengatur jarak peserta satu meter, menyiapkan alat pengecekan suhu tubuh, masker, saturasi oksigen, dan sebisa mungkin menghindari kontak fisik. Prokes menjadi fokus utama,” ujarnya.

Dipandu langsung oleh direktur Imaji Sociopreneur, forum diskusi berlangsung aktif dan dua arah. Masing-masing kelompok masyarakat tak ragu menyampaikan pendapat dan pertanyaan.

Saidah dari kelompok usaha Rajut Bagon, misalnya, berharap agar program pendidikan minat dan bakat anak bertajuk Imaji Academy bisa menyasar anak-anak di seluruh SD di Desa Bagon.

“Kegiatan semacam ini dapat menjadi solusi saat pandemi. Jadi, orangtua tidak pusing lagi ditanya soal pelajaran oleh anak mereka dan anak-anak pun memiliki kegiatan positif di waktu senggangnya,” ujarnya.

Selain pendidikan minat dan bakat anak, program ALP Village sendiri memiliki 2 fokus lain, yakni pemberdayaan masyarakat di sektor lingkungan dengan pendirian Bank Sampah dan pendampingan UMKM bertajuk Sociopreneur Community.

Kegiatan diskusi ini diakhiri dengan penandatanganan kerja sama program pemberdayaan masyarakat antara Imaji Sociopreneur, perangkat desa, dan masing-masing kelompok masyarakat. ***

beras