Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Berkah Kemerdekaan Pengrajin Kostum Karnaval
Ilustrasi karnaval. (Dok. Foto: indonesia travel)

Berkah Kemerdekaan Pengrajin Kostum Karnaval

Berita Baru, Tuban – Arifin, pengrajin kostum karnaval, merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Di bulan Agustus ini orderan kostum karnaval untuk HUT RI ke-77 membeludak. Setelah dua tahun dihantam pandemi, kini pria asal Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban itu berkarya.

Di rumahnya, ia dan sejumlah karyawannya tampak sibuk mempersiapkan kostum karnaval yang diorder pelanggannya. Ia mengaku, banyaknya pesanan ini terjadi selama dua pekan terakhir. Bahkan harus bekerja ekstra menyelesaikan pesanan yang terus berdatangan.

“Alhamdulillah, tahun ini banyak pesanan. Terlebih Covid-19 sudah melandai. Sehingga banyak kegiatan sudah diperbolehkan,” ucap Arifin.

Sejak mengawali usaha kostum karnaval pada tahun 2012 lalu, Arifin kini telah memiliki puluhan kostum unik bermotif batik khas. Memasuki bulan Agustus ini, sebanyak dua puluh set kostum telah disewa pelanggan untuk mengikuti karnaval.

Namun, pesanan pembuatan kostum terpaksa dibatasi maksimal lima set karena keterbatasan waktu dan tenaga. Selain melayani pembuatan dan sewa kostum karnaval unik, dia juga menerima permintaan menghias sepeda ontel maupun pembuatan replika benda untuk karnaval Agustusan.

“Tenaga kami terbatas. Jadi mau gak mau ya kami batasi permintaannya. Khawatir, nanti malah mengecewakan pelanggan,” terangnya.

Sementara untuk pembuatan satu set kostum karnaval, dia mematok harga minimal lima juta rupiah. Sementara persewaan kostum dihargai bervariasi, antara Rp500 ribu sampai Rp1,5 juta per set, bergantung ukuran dan modelnya.

“Untuk saat ini, yang paling laris sewa kostum,” tandasnya.

Selain karena berkualitas, kostum karnaval karyanya banyak diminati masyarakat karena memiliki bentuk unik, original, serta mengangkat budaya lokal. Salah satunya menggunakan kain motif batik khas daerah setempat sebagai bahan.

“Biasanya tidak hanya dari Tuban. Tapi luar daerah, di antaranya Lamongan, Gresik, Bojonegoro, hingga Rembang dan Pati Jawa Tengah,” terangnya.

beras