Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Bitcoin Dinilai Beresiko, Investor Cari Aman Beralih Aset Safe Haven
Ilustrasi emas batangan atau llogam mulia yang dinilai sebagai aset safe haven yang terus tumbuh di tengah gejolak pasar dan ekonomi. (Shutterstock)

Bitcoin Dinilai Beresiko, Investor Cari Aman Beralih Aset Safe Haven



Berita Baru, Jakarta – Para Investor berbondong-bondong beralih ke Aset Safe Haven, meninggalkan aset beresiko. Hal itu karena Ketegangan Ukraina-Rusia membuat investor kembali mengambil langkah untuk mengamankan diri.

Pasalnya, ketegangan Rusia-Ukraina disinyalir dapat berdampak pada ekonomi di seluruh dunia.

Presiden AS Joe Biden pada Kamis (17/2) mengatakan “ada indikasi Rusia berencana menyerang Ukraina dalam beberapa hari ke depan,” ungkap Presiden AS Joe Biden, Kamis (17/2) dilansir dari JPNN.com

Biden menyebut Rusia bahkan mempersiapkan dalih untuk membenarkan penyerangan tersebut. Terlebih, pasca pasukan Ukraina dan pemberontak pro-Moskow saling tembak di Ukraina timur.

Di pasar mata uang kripto, Bitcoin yang bergerak bersama dengan aset-aset berisiko lainnya berakhir anjlok 7,4 persen. Bitcoin berada pada angka USD 40.631,78 pada pukul 22.05 GMT, atau jatuh USD 3.248,05 per keping dari penutupan sebelumnya.

Mata uang kripto terbesar dan paling terkenal di dunia itu, telah terperosok 15,3 persen dari level tertinggi tahun ini pada angka USD 47.989 per keping pada 2 Januari 2022.sebelumnya

Ether, mata uang kripto yang terhubung dengan jaringan blockchain Ethereum, juga merosot 7,43 persen menjadi USD 2.891,32 pada Kamis (17/2/2022). Anjlok USD 231,92 per keping dari penutupan sebelumnya.

beras