Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

BMKG Ingatkan Potensi Tsunami 29 Meter di Pesisir Selatan Jawa Timur
(Foto: sawitindonesia.com)

BMKG Ingatkan Potensi Tsunami 29 Meter di Pesisir Selatan Jawa Timur



Berita Baru Jatim, Surabaya – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi gempa bumi besar di atas Magnitudo 7 dengan tsunami mencapai 29 meter di pesisir selatan Jawa Timur.

Dwikorita Karnawati Kepala BMKG mengatakan hasil analisisnya sepanjang pesisir pantai Jatim berpotensi untuk diterjang tsunami ketika terjadi gempa besar.

“Hasilnya, untuk wilayah Jatim potensi di pesisirnya tinggi maksimum 26-29 meter di daerah Trenggalek itu tinggi maksimum dan waktu tercepatnya 20 – 24 menit di Kabupaten Blitar,” jelasnya Dwikorita.

Lanjut Dwikorita, walau hasil analisis dan kajian BMKG, potensi genangan hasil tsunami mampu mencapai 22 meter tingginya.

“Itu sudah masuk genangan bukan tinggi gelombang di pinggir pantai dan genangannya mampu mencapai 22 meter sampai masuknya menjorok cukup jauh kedarat,” ungkapnya.

Jatim potensi gempa di atas Magnitudo 7

Tak hanya mengingatkan adanya potensi tsunami di Jatim, Dwikorita juga menyatakan akan ada peningkatan gempa kecil sejak awal tahun dan gap seismik yang disebut masih menyimpan energi.

BMKG telah mengamati dan menganilisis fenomena (gempa bumi) itu yang meningkat di Jatim beberapa waktu terakhir.

“Kami survei sejak awal tahun, mulai tahun-tahun sebelumnya rata-rata gempa 300-400 kali, tapi bulan Januari sudah lompat 600 kali lebih dan di Jatim terjadi lompatan,” ujar Dwi.

Dwi mengatakan telah melakukan penyusuran pantai Jaitm hingga Selat Sunda untuk mengecek yang di khawatirkan berpotensi gempa-gempa diatas magnitudo 7.

Maka hal itu, Dwi mengatakan mengecek kesiapan aparat dengan pemerintah daerah dalam menanggapi potensi bencana dan menyiapkan lokasi evakuasi ketika terjadi tsunami.

Meski tidak ada gempa besar, ia menyebut tren peningkatan gempa-gempa dengan kekuatan kecil di itu biasanya mengawali gempa-gempa besar.

“Di selatan Jatim, dari sekian ratus kejadian gempa sejak 2008, kelihatan ada zona yang kosong, tidak ada titik-titik pusat gempanya. Zona-zona yang kosong ini dari yang di katakan sebagai seismik gap yang di khawatirkan,” tutupnya.

beras