Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Budayawan NU, Memaknai Kemerdekaan Indonesia

Budayawan NU, Memaknai Kemerdekaan Indonesia

Berita Baru, Kolom – Saban bulan Agustus tiba, bendera merah putih berkibar kompak di setiap rumah. Pelbagai macam lomba digelar. Semua itu dilakuakan untuk menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Upacara pengibaran bendera tak luput dilakukan. Tak jarang pula kemeriahan itu dibalut dalam pawai tujuh belasan.

Ahmad Tohari, Budayawan, menilai kegiatan-kegiatan tersebut penting untuk khalayak dan masyarakat. Lebih-lebih para siswa dan anak-anak muda. Berkumpul, mengikuti upacara pengibaran bendera, pembacaan teks proklamasi, maupun teks Pancasila, katanya, penting dilakukan.

“Memang sangat penting diadakan perayaan tujuh belasan,” katanya saat ditemui NU Online di kediamannya Desa Tinggarjaya Jatilawang Banyumas Jawa Tengah, Ahad (7/8/2022).

Ia tidak setuju jika ada yang berpendapat di dalam masyarakat peringatan HUT RI hanya kehebohannya dan ramai-ramaian saja. Menurutnya hal itu tak perlu dipermasalahkan. Sebab baginya, semua sesuai kapasitas dan kualitas masing-masing.

“Beda dengan orang terpelajar, berpendidikan tidak cukup hanya ikut upacara lalu menyanyikan Indonesia Raya. Itu kan simbol (sehingga) harus ada makna,” jelasnya.

Penulis Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk itu menjelaskan bahwa memberikan maksa yang dimaksud adalah memberikan sesuatu kepada negara. Ia menegaskan bahwa hal itu penting direnungkan oleh generasi yang lebih tua.

“Seharusnya juga orang-orang dewasa bertanya kepada diri sendiri apa yang sudah dilakukan untuk mengisi kemerdekaan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bagi bangsa Indonesia juga wajib berterima kasih kepada para pejuang yang telah mengorbankan nyawa, jiwa, raga untuk kemerdekaan Indonesia dan mereka tidak sempat menikmati kemerdekaan. Ia menerangkan salah satu caranya yakni terus mempertanyakan dan merenungkan kepada diri sendiri tentang salah satu adigium yang terkenal, yakni jangan bertanya apa yang negara berikan pada kamu, tapi bertanyalah kepada diri sendiri apa yang telah kamu berikan kepada negara

“Ini ucapan orang Amerika tapi relevan untuk kita renungkan bahwa kita memang dituntut bisa memberikan andil untuk mengisi kemerdekaan ini,” tegasnya.

Memberikan andil yang dia maksud adalah orang yang punya keahlian atau profesi di bidang pendidikan, militer, teknik misalnya akan memberikan pengabdian kepada negara melalui keahlian atau profesinya itu. Demikian juga para pemikir akan memberikan pemikiran-pemikirannya dalam bentuk menerbitkan buku-buku.

“Berterima kasih atas kemerdekaan dengan mengisi kemerdekaan dengan bukti yang positif,” tandas Ahmad Tohari.

beras