Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Buntut Video Ajakan Perang Setelah Penangkapan Bechi, Orator Diperiksa
(Dok. Foto: Instagram @for.mujeres)

Buntut Video Ajakan Perang Setelah Penangkapan Bechi, Orator Diperiksa

beras

Berita Baru, Jombang – Polisi turun tangan menyelidiki video orasi ajakan perang membela Shiddiqiyyah yang beredar belakangan ini. Selain akan memeriksa si orator, petugas juga akan meminta kesaksian dari ahli bahasa.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha mengatakan, pihaknya sudah menganalisis video orasi ajakan perang membela Shiddiqiyyah yang beredar. Selanjutnya, pihaknya akan meminta pendapat ahli bahasa terkait video tersebut untuk menentukan ada tidaknya unsur perbuatan pidana.

“Kami laksanakan koordinasi dengan ahli bahasa apakah masuk ujaran kebencian atau provokasi yang mengakibatkan tindak pidana. Kami koordinasikan lebih dulu,” kata Giadi saat jumpa pers di Mapolres Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Senin (11/7/2022).

Tidak hanya itu, lanjut Giadi, pihaknya juga akan menggali keterangan dari pengurus Organisasi Shiddiqiyyah (Orshid), Edi Setiawan yang berorasi dalam video tersebut. Surat panggilan untuk Edi sudah dikirim hari ini.

“Kami laksanakan pemanggilan, kami jadwalkan antara Rabu atau Kamis terhadap orator di video tersebut berinisial E,” tandasnya.

Sebelumnya, video berdurasi 2 menit 5 detik tersebut menayangkan seorang pria berkemeja hitam dan kopiah hitam berorasi di depan ratusan jemaah. Dalam bagian akhir orasinya, pria ini diduga menyampaikan ajakan berperang membela Tarekat Shiddiqiyyah.

“Jika Shiddiqiyyah memanggil kita lagi, siap kita berjuang, siap kita berperang, siap kita membela Shiddiqiyyah, siap kita membela Sang Guru? (Disambut teriakan Siap). Insyaallah Allah meridai apa yang kita lakukan ini dan ini akan dicatat baik di dunia sebagai sejarah perkembangan pelestarian Shiddiqiyyah dan sampai nanti di akhirat (Diamini massa),” ucap si orator seperti dikutip detikJatim.

Ketua Umum Organisasi Shiddiqiyyah (Orshid) Joko Herwanto membenarkan orasi dalam video tersebut dilakukan pengurus Orshid bernama Edi Setiawan di halama kediaman Musryid Tarekat Shiddiqiyyah KH Muhammad Muchtar Mu’thi pada Jumat (8/7) sore. Saat itu, pengurus Orshid menyambut kedatangan 318 orang yang dipulangkan dari Polres Jombang. Terdiri dari 75 santri dan 243 jemaah Shiddiqiyyah.

“Benar, dan kepentingannya adalah menyemangati 300an santri yang baru dipulangkan dari polres. Bukan untuk provokasi,” kata Joko, Minggu (10/7/2022).

Rupanya, Edi sudah melayangkan surat klarifikasi kepada Joko terkait video orasi tersebut. Dalam surat yang juga diterima detikJatim, Edi menyatakan 318 santri dan jemaah Shiddiqiyyah saat itu datang dalam kondisi kehilangan semangat, lunglai dan menangis haru. Sehingga pihaknya berorasi untuk memberi semangat agar mereka tetap siap berjuang menjalankan program pesantren.

Dalam orasinya, Edi sengaja membawakan cerita perang badar karena kedatangan 318 jemaah dan santri Shiddiqiyyah kala itu disambut selawat badar. Terkait pertanyaan ‘siap kita berperang?’, Edi menyadari tak sempat mengucapkan kalimat itu secara utuh.

“Siap kita berperang melawan hawa nafsu? Maksud saya itu yang mau kami sampaikan sebagai akhir dan hikmah perang badar. Hanya saja saya mengakui kesalahan saat berbicara itu karena harus menelan ludah karena terharu yang dalam sehingga terjadilah selip lidah, sehingga saya hanya menyampaikan ‘siap berperang?’ Yang seharusnya ‘siap berperang melawan hawa nafsu?’,” tulis Edi.

beras