Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Ciri-ciri Anak Stunting

Ciri-ciri Anak Stunting

Iklan PMB ITB Tuban


Berita Baru, Surabaya – Stunting adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami oleh anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan simulasi psikososial. Tentunya stunting tidak boleh dibiarkan karena gangguan kesehatan ini dapat menyebabkan dampak kesehatan yang lebih buruk di kemudian hari pada anak. Ada banyak ciri, tanda, dan gejala anak mengalami stunting. 

Selain kurang mendapatkan asupan nutrisi saat masa tumbuh kembang, stunting juga bisa terjadi akibat kekurangan gizi saat bayi berada dalam kandungan. Hal ini berisiko terjadi ketika ibu hamil tinggal di area yang kekurangan air bersih, memiliki sanitasi yang buruk, serta mengalami kesulitan mengakses makanan bersih dan sehat.

Bukan hanya menyebabkan gangguan pada pertumbuhan tinggi badan anak, tetapi stunting dapat memicu berbagai penyakit pada anak yang memengaruhi imunitas tubuh dan perkembangan otak anak.

Untuk mengantisipasi terjadinya stunting pada buah hati sebaiknya kita mengetahui gejala stunting sedini mungkin. Dengan demikian dapat dilakukan upaya penyembuhan dan pencegahan agar tidak semakin parah dan

Stunting adalah tinggi badan yang kurang menurut umur (<-2 sd), ditandai dengan terlambatnya pertumbuhan anak yang mengakibatkan kegagalan mencapai tinggi badan yang normal dan sehat sesuai usia anak. 

Stunting merupakan kekurangan gizi kronis atau kegagalan pertumbuhan dimasa lalu dan digunakan sebagai indikator jangka panjang untuk gizi kurang pada anak.

Stunting merupakan pertumbuhan linier yang gagal untuk mencapai potensi genetik sebagai akibat dari pola makan yang buruk dan penyakit. 

Stunting yang terjadi pada masa anak merupakan faktor risiko meningkatnya angka kematian, kemampuan kognitif dan fungsi tubuh yang tidak seimbang.

Ciri-ciri dari anak stunting yaitu: 

a) tanda pubertas terlambat; 

b) performa buruk pada tes perhatian dan memori belajar; 

c) pertumbuhan gigi terlambat; 

d) usia 8 – 10 tahun anak menjadi lebih pendiam, tidak banyak melakukan eye contact; 

e) pertumbuhan tinggi melambat; dan 

f) wajah tampak lebih muda dari usianya.

beras