Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Debat Kandidat PKC PMII Jatim, Candra: Pendampingan Rakyat dan Pengawalan Kebijakan

Debat Kandidat PKC PMII Jatim, Candra: Pendampingan Rakyat dan Pengawalan Kebijakan

beras

Berita Baru, Trenggalek – Debat kandidat Calon Ketua dan Ketua Kopri Pengurus Kordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur periode 2022-2024 sukses digelar. Bertempat di Gedung Bhawarasa, Kabupaten Trenggalek, pada Kamis (30/06/22) malam diikuti para pendukungnya.

Para kandidat diminta untuk memaparkan dan menyampaikan gagasan tentang Hak Asasi Manusia dan Lingkungan Hidup. Kandidat nomor 4, Muhammad Dwi Candra Saputra mengatakan bahwa tema ini merupakan yang ia tunggu-tunggu

Ketika berbicara tentang Jawa Timur, Dwi Candra memetakan empat golongan. Satu, Jawa Timur sebelah timur itu tidak terlepas yang namanya pertambangan. Jawa Timur sebelah utara tidak terlepas yang namanya perairan, perikanan dan nelayan. Di Jawa Timur tengah, kita melihat pembangunan-pembangunan industri. Dan Jawa Timur sebelah barat itu tidak terlepas dengan pertanian.

“Di sini, saya Muhammad Dwi Candra Saputra yang mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PKC PMII Jatim memiliki gagasan tentang lingkungan hidup,” tegasnya.

Gagasan lingkungan hidup ini, katanya, tidak terlepas karakteristik organisasi PMII, yakni intelektual dan gerakan. Walaupun kita memiliki ilmu pengetahuan yang cukup tinggi tanpa adanya gerakan, Candra menilai itu hampa.

Ia menginginkan PMII Jatim ke depan untuk melakukan pendampingan-pendampingan rakyat di Jawa Timur. Sebab, PMII adalah agent of change, agen of control, dan agent of intelectual. Menurutnya ada dua sistem yang takbisa dilepaskan. Pertama, pendampingan.

“Pendampingan ke siapa? Pendampingan terhadap rakyat. Rakyat yang kita dampingi,” katanya. Kedua, tentang pengawalan. Ia menegaskan bahwa yang dikWal adalah kebijakan. “Ini cukup penting ketika berbicara rakyat dan sumber daya alam.”

PMII Jawa Timur, Candra melanjutkan memiliki beberapa zonasi. Beberapa zonasi ini memiliki identitas, karakteristik gerakan yang berbeda-beda. Hal itu yang penting, lanjutnya, untuk dipahami.

“Saya berasal dari PMII sebelah barat, Mataraman, ketika berbicara PMII sebelah barat, Mataraman itu tidak terlepas dari yang namanya pendampingan pertanian,” katanya mencontohkan.

beras