Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Debat PKC PMII Jatim, Tawaran Strategi Atasi Krisis Ekologi

Debat PKC PMII Jatim, Tawaran Strategi Atasi Krisis Ekologi

beras

Berita Baru, Trenggalek – Debat kandidat putaran kedua calon ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) dan ketua Kopri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur menghadirkan tiga panelis. Mereka hendak bertanya dan menguji gagasan dan ide para calon nahkoda PMII Jatim.

Panelis pertama Muhammad Nur Wahid, Ketua Dewan Eksekutif LPR KuaSA mengajukan pertanyaan tentang konflik agraria. Ia berkesempatan untuk bertanya ke calon nomor urut 1 dan 2. Sebelumnya ia menuturkan bahwa gagasan masing-masing calon tidak berbasis data. Padahal konflik agraria dan ketimpangan lahan massif di Indonesia.

Ia mengutip data Tim Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Indonesia bahwa 1% penduduk Indonesia menguasai 50% aset negara. Dan 10% keluarga menguasai 70% aset negara. Sisanya, 90% berebut 30% aset. Ia merespon argumentasi calon tentang reforma agraria dan perhutanan sosial.

Menurut Wahid, pemerintah mengeluarkan satu kebijakan tentang kawasan hutan dengan pengelolaan khusus. Di kebijakan itu salah satu peruntukannya perhutanan sosial atau akses kelola lahan selama 35 tahun. Tapi Wahid menilai bahwa penguasaan kawasan hutan itu dicurigai ada agenda terselubung soal konsesi tambang ataupun food estate.

“Itu menjadi problem dan tantangan kita kedepan,” kata Wachid. “Pertanyaan saya sederhana, apa strategi sahabat ketika terpilih menjadi ketua umum untuk mendorong percepatan reforma agraria dan juga menyelesaikan konflik-konflik perampasan ruang hidup terutama oleh industri ekstraktif di Jawa Timur?”

Tim Advokasi dan Rumah Aspirasi

“Saya akan mencoba menjawab dari pertanyaan panelis Mas Wahid pertama soal bagaimana kita melibatkan isu-isu lingkungan ini juga menjadi bagian dari semangat dan spirit para pejuang gender khususnya Kopri. Tentu di visi dan misi kita menyoal PMII Jawa Timur berbasis multi sektor strategis itu menjadi bagian dari jawaban solusi alternatif yang akan kita berikan ke depan,” jelas Baijuri, calon nomor urut 1.

Ia memaparkan bahwa misi yang menjadi tawaran adalah pendidikan dalam bentuk penyusunan blueprint kaderisasi. Guna memaksimalkan itu, kata Baijuri, sinergitas pengurus PKC dan Kopri akan dibangun. Dalam blueprint itu salah satu isinya akan membahas isu-isu lingkungan hidup. Kedua, soal pembentukan tim advokasi pendampingan isu strategis. “Ini akan kita adakan diskursus kajian secara matang di pengurus PKC ke depan,” jelasnya.

Ia sadar bahwa PMII Jawa Timur tidak bisa berdiri dan bergerak sendirian. Sinergitas dengan pelbagai elemen pun akan ia jahit. Elemen-elemen yang memiliki spirit dan nafas perjuangan yang sama. Ketiga, ia mengaku akan mengontrol, mendorong sekaligus mengkritisi beberapa kebijakan-kebijakan yang sama sekali tidak Pro terhadap petani dan nelayan.

“Itu adalah hasil dari tim advokasi dan pembentukan ruang strategis yang akan kita bangun ke depan,” tegas Baijuri.
Moh. Lutfi, calon nomor urut 2 pun menjawab. Ia mengatakan secara garis besar ada dua yang ingin dilakukan. Pertama, sinergitas gerakan. Menurutnya itu sangat penting untuk dilakukan di PMII Jawa Timur. Strategi itu, bagi Lutfi, agar pengurus cabang di masing-masing daerah tidak merasa sendirian saat mengadvokasi.

“Kenapa ini sangat penting?” Lutfi mempertanyaan. Kemudian ia berbagi cerita pengalaman di tahun 2020. “Saya melakukan aksi penolakan tambang ilegal sebanyak 221 di Kabupaten Pamekasan. Itu merupakan gerakan pertama untuk menolak tambang ilegal. Kami merasa sendirian. Padahal kita kan punya PKC, yang seharusnya bisa menjadi mentor dan teman diskusi kita bahkan memberikan bantuan hukum terhadap cabang-cabang ketika ada persoalan-persoalan dengan advokasi yang dilakukan,“ kenang Lutfi.

Kedua, Rumah Aspirasi. Posisi keberpihakan, ia memaparkan, gerakan PMII mayoritas cenderung middle class. Artinya, gerakan yang dibangun tidak betul-betul berangkat dari akar rumput yang terdampak.

“Yang ingin saya lakukan adalah dengan adanya rumah aspirasi ini maka PKC Jawa Timur akan turun langsung melalui beberapa kepengurusan dari masing-masing kabupaten kota,” terang Lutfi.

beras