Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Debat PKC PMII Jatim, Wahid: Tak Melihat Keberpihakan Calon terhadap Kelompok Rentan
Ketua Dewan Eksekutif LPR KuaSA, Muhammad Nur Wahid saat menjadi panelis Debat Calon Ketua dan Ketua Kopri PKC PMII Jawa Timur periode 2022-2024. (Dok. Foto: Tangkapan layar YouTube PMII JATIM)

Debat PKC PMII Jatim, Wahid: Tak Melihat Keberpihakan Calon terhadap Kelompok Rentan

beras

Berita Baru, Trenggalek – Tahapan pemilihan ketua Pengurus Koordinator Cabang dan ketua Kopri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur, terus berlangsung. Debat kandidat putaran kedua digelar di Kabupaten Trenggalek, Kamis (30/06/2022) malam.

Dengan tema Hak Asasi Manusia (HAM) dan Lingkungan Hidup debat itu dihadiri oleh tiga panelis. Antara lain, Muhammad Nur Wahid, Ketua Dewan Eksekutif LPR KuaSA, Ahmad Rokhani, Ketua Bawaslu Kabupaten Trenggalek, dan Dian Fericha, Ahli Hukum UIN Satu Tulungagung.

Nur Wahid mendapatkan kesempatan untuk bertanya ke calon kandidat nomor urut 1 dan 2. Sebelum memulai pertanyaan, Wahid mengatakan bahwa tak melihat gagasan tentang pengarusutamaan gender di penyampaian para calon.

Padahal kalau berbicara tentang isu lingkungan dan HAM mesti menjadi perhatian bersama. “Apalagi perempuan adalah salah satu kelompok rentan,” ungkap Wahid. Kelompok rentan itu, kata Wahid terjadi di banyak wilayah konflik agraria. Di samping itu, Wahid juga menuturkan bahwa dua calon kandidat itu tidak memaparkan data-data konkrit.

Sebab baginya problem hari ini jika bergerak tidak berbasis data pada akhirnya akan selalu terbawa isu narasi gosip. Imbasnya, akan jauh dari cita-cita yang diperjuangkan. Lebih-lebih masing-masing calon memiliki tawaran strategis. Calon nomor urut 1 menawarkan untuk membuat tim advokasi, sedang calon nomor urut 2 akan membentuk rumah aspirasi.

“Akan dikemanakan rumah aspirasi ini?” kata Wahid. “Sementara keberpihakan kita terhadap kelompok rentan utama, perempuan kelompok disabilitas dan sebagainya itu tidak ada,” tegas Wahid.

beras