Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Mutiara Proehoeman selaku Founder Komunitas #SaveJanda (dok Instagram)
Mutiara Proehoeman selaku Founder Komunitas #SaveJanda (Dok. Foto: Instagram)

Dicecar Gerakan #SaveJanda PKS Mundur

Iklan PMB ITB Tuban


Berita Baru, Jakarta – Anjuran poligami Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendapat cecaran dari masyarakat. Salah satunya dari gerakan yang mengatasnamakan #SaveJanda.

Mereka mengecam program tersebut karena dinilai hanya akan memperburuk stigma janda.

Founder Komunitas #SaveJanda Mutiara Proehoeman mengatakan, program tersebut justru sangat merendahkan perempuan yang berstatus janda.

“Sebagai partai politik, seharusnya PKS lebih peka terhadap beban berlapis yang dialami perempuan berstatus janda di Indonesia akibat stigma negatif terhadap mereka,” ujar Mutiara dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/9).

“Narasi-narasi misoginis seperti imbauan kader untuk berpoligami dengan janda ini hanya memperburuk stigma tersebut,” kata dia menambahkan.

Mutiara meminta agar semua pihak berhenti memposisikan perempuan sebagai objek. Ia menekankan, pernikahan bukan sebuah hadiah, apalagi pertolongan bagi perempuan.

Melihat penolakan masyarakat, pihak PKS telah mencabut anjuran poligami yang tertuang dalam Tazkirah Nomor 12 Tentang Solidaritas Terdampak Pandemi.

“Setelah kami mendapat berbagai masukan dari pengurus, anggota dan masyarakat secara umum, kami memutuskan untuk mencabut anjuran poligami tersebut. Kami memohon maaf jika anjuran ini membuat gaduh publik dan melukai hati sebagian hati masyarakat Indonesia,”kata Surahman.

beras