Berita

 Network

 Partner

Fakultas Bahasa dan Seni Rupa Universitas Negeri Surabaya bekerjasama dengan Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jawa Timur usai gelar Diklat Penelitian Tradisi Lisan Online Via Zoom Meeting pada Senin, (24/10).
Fakultas Bahasa dan Seni Rupa Universitas Negeri Surabaya bekerjasama dengan Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jawa Timur usai gelar Diklat Penelitian Tradisi Lisan Online Via Zoom Meeting pada Senin, (24/10). (Foto:Beritabaru.co/Rizal Kurniawan)

FBS Unesa Adakan Diklat Penelitian Tradisi Lisan

Berita Batu Jatim, Surabaya — Fakultas Bahasa dan Seni Rupa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bekerjasama dengan Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jawa Timur usai gelar Diklat Penelitian Tradisi Lisan Online Via Zoom Meeting pada Senin, (24/10).

Ada 3 materi dan narasumber dalam diklat kali ini, di antaranya, materi Penulisan Proposal dan Laporan Penelitian Tradisi Lisan oleh Prof. Dr. Novi Anoegrajakti, M.Hum. dari Universitas Negeri Jakarta, materi Teknik Pengumumpulan dan Analisis Data oleh Dr. Ilham M.Hum dari Universitas Jember dan terakhir materi Penulisan Artikel Ilmiah Hasil Penelitian di Jurnal Ilmiah eh Prof. Dr. Setya Yuwana, M.M. dari FBS Universitas Surabaya.

Setelah dibuka oleh Host, acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu sambutan dari Ketua ATL Pusat dan Kepala Balai Bahasa Jawa Timur Dr. Asrif, M.Hum.

“Kami selaku pimpinan Balai Bahasa sangat mengapresiasi kerja sama ini, kami yakin orang-orang dalam forum ini adalah orang-orang yang gigih,” sambutnya

Asrif berharap agar peserta forum mengikuti dan mendengar dengan cermat paparan-paparan pemateri dengan baik dan teliti. “Semoga kegiatan diskusi yang sudah berjalan ke 4 kali terlaksana ini dapat berlanjut terus dan menjadi motivasi bagi kita semua,” harapnya.

Dimoderatori Djoko Prakosa, M.Sn, acara diawali dengan pemaparan dari pembicara.

Prof. Dr. Novi Anoegrajakti, M.Hum. dari Universitas Negeri Jakarta
Saat Prof. Dr. Novi Anoegrajakti, M.Hum. dari Universitas Negeri Jakarta memaparkan materi Penulisan Proposal dan Laporan Penelitian Tradisi Lisan. (Foto: Beritabaru.co/Rizal Kurniawan)

Novi sebagai pembicara pertama, membuka paparannya dengan membagi pengalamannya selama melakukan penelitian, terutama terkait tradisi lisan. Selain itu, ia juga menerangkan beberapa founding yang memfasilitasi pendanan penelitian, tata cara dan teknis penulisan proposal.

“Selama meneliti dan menulis proposal, menyusun peta jalan atau road map sangat penting, agar proses berjalannya lurus dan terfokus, selain itu dalam menyusun laporan kemajuan harus dimaksimalkan,” jelasnya.

Novi juga menambahi penjelasannya dengan menerangkan klasifikasi dan tema penelitian terkait tradisi lisan, lalu mengakhiri dengan mengupas penelitan tim risetnya.

Berita Terkait :  Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia UNJ Adakan Seminar Soal Industri Kreatif pada Sastra, Seni dan Tradisi

“Dulu ketika saya meneliti seni pertunjukan Gandrung dalam menyelesaikan disertasi, saya hanya meneliti semata-mata untuk kebutuhan saya, ternyata setelah saya pikir, apa manfaatnya, jangan sampai penari Gandrung yang saya jadikan objek, saya tinggalkan tanpa memberi kemanfaatan apapun, kita melejit menjadi profesor atau guru besar, sementara penari Gandrung tidak mendapatkan manfaat apa-apa dari penelitian kita,” tandasnya.

Pemaparan dilanjut oleh Ilham, ia mengawali penjelasannya dengan bagaimana memahami metode penelitian dalam pengumpulan dan analisis data.

“Pengumpulan dan analisis data dalam penelitian adalah hal yang sangat penting dan krusial, sebab seringkali banyak orang mengalami kebingungan dalam fase ini, oleh karena itu kita butuh metode ataupun teknik,” ungkapnya.

Ilham juga menerangkan jika analisis data berbeda dengan interpretasi data. Sebab analisis dan pengumpulan data harus dilaksanakan dengan bersamaan dan continue.

“Tidak hanya itu, penelitian tidak boleh berhenti hanya pada studi pustaka dan membaca referensi, penelitian juga perlu observasi, termasuk wawancara, sebab data dalam penelitian, apalagi tradisi lisan sangat subur,” tambahnya.

Sementata itu, dari pembicara ketiga, Yuwana menerangkan bagaimana menulis, merevisi dan mengumpulkan di jurnal ilmiah.

“Penelitian tradisi lisan harus ditindaklanjuti dengan memasukkan jurnal ilmiah,” terangnya.

Yuwana juga memaparkan jenis-jenis artikel ilmiah. Ia juga menekankan jika metodologi ilmiah menjadi proses yang penting dalam artikel.

Yuwana mengakhiri penjelasan dengan meneranhka sistematika penulisan artikel ilmiah, jenis-jenis plagiarisme dan bagaimana menghindarinya.

Acara dilanjut dengan dialog interaktif antara peserta dan pembicara membahas dinamika, tantangan, dan income outcome penelitian tradisi lisan. Ada kurang lebih 114 peserta yang setia mengikuti sampai akhir acara.

Pamflet Diklat Penelitian Tradisi Lisan. (Foto: Istimewa)
Pamflet Diklat Penelitian Tradisi Lisan. (Foto: Istimewa)