Jumat, 25, 06, 2021

Gagaskan Inklusifitas, Pasangan Rizal-Uways Sosialisasikan ke Kampus Unej Luar Jember

-

Berita Baru Jatim, Jember — Masa kampanye Pemilihan Umum Raya Universitas Jember (Pemira Unej) 2020 berlangsung mulai 13 November-06 Desember 2020. Tiga pasangan calon dan wakil ketua BEM gencar mensosialisasikan gagasannya masing-masing kepada seluruh elemen mahasiswa Universitas Jember, salah satunya adalah paslon 01 Rizal-Uways (Always).

Kampus Unej yang memiliki tiga cabang kampus, yakni Bondowoso, Lumajang, dan Pasuruan, penting diperhatikan dalam mewujudkan prinsip inklusifitas di ranah mahasiswa UNEJ secara keseluruhan, baik di kampus utama ataupun cabang luar Kabupaten Jember.

Hal ini menjadi komitmen paslon Rizal-Uways dalam beritikad mewujudkan itu. Paslon 01 telah melakukan kunjungan ke 2 kampus cabang Unej yang berada di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Pasuruan, pada Minggu (22/11).

“Ini adalah salah satu bentuk komitmen kita dalam rangka merealisasikan wujud inklusifitas yang ditawarkan mahasiswa, meskipun di luar jember, kampus cabang UNEJ juga menjadi prioritas dalam mensejahterakan mahasiswa Unej,” ungkap Uways selaku calon wakil ketua BEM.

Dharma, mahasiswa Unej kampus Lumajang memaparkan apa yang menjadi keresahan selama ini. Mulai dari informasi yang sering mengalami keterlambatan seperti misal informasi lomba karya tulis dan Mawapres (mahasiswa berprestasi).

Berita Terkait :  Bangun Kekuatan Persatuan, Rizal-Uways Maju di Pemira BEM Universitas Jember

“Seperti kemarin, informasi Mawapres yang baru sampai di kampus Lumajang terkesan mendadak, sehingga dari teman-teman menjadi tidak percaya diri dengan waktu yang singkat untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti agenda tersebut, padahal banyak yang minat,” jelas Dharma.

Berita Terkait :  Lirik Lagu Syubbanul Wathon karya KH Wahab Hasbullah

Hal tersebut senada dengan apa yang menjadi gagasan besar dari paslon Rizal-Uways. Dengan mewujudkan inklusifitas pada mahasiswa Unej secara menyeluruh, berupa transformasi dan keterbukaan informasi secara utuh, dengan cara memunculkan pos advokasi yang tidak selalu membahas tentang kebijakan kampus, tapi juga mengenai transformasi informasi dan prestasi.

“Menjadikan kampus inklusif adalah cita-cita kita bersama, di manapun tempatnya, mahasiswa Unej perlu dilayani dengan sebaik-baiknya demi menunjang pengembangan potensi mahasiswa yang berdampak baik untuk kampus Unej. Dan kita tidak hanya memberikan informasi, kita juga akan memberikan pendampingan khususnya dalam rangka mengasah potensi mahasiswa Unej,” terang Rizal, calon ketua BEM.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU