Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Gelar FGD, Dosen Sastra Indonesia Unej Bahas Teori Sosial dalam Karya Sastra

beras

Berita Baru Jatim, Jember — Focus Group Discussion (FGD) kembali digelar oleh dosen Jurusan Sastra Indonesia di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember, Jumat (28/2).

FGD kali ini mengambil topik “Kajian-Kajian Teori Sosial dan Metode Dalam Karya Sastra”. Dengan menghadirkan narasumber internal, yaitu Dosen Sastra Indonesia, Asri Sundari dan dimoderatori oleh Kusnadi, acara berjalan dengan interaktif.

Sebelum masuk pada inti acara, Kusnadi berharap acara tersebut dapat memberikan energi positif bagi seluruh dosen Sastra Indonesia dan dapat menghasilkan timbal balik.

“Saya berharap nantinya diskusi ini akan menghasilkan timbal balik, semacam diskusi antardosen dan menghasilkan suatu kesimpulan yang bermanfaat” harapnya.

Asri Sundari dalam pemaparannya mengatakan bahwa diskusi ini untuk membahas permasalahan atau problematika dalam kesusastraan, sebab hasil penelitian sastra cenderung bersifat deskriptif saja. Akibatnya, skripsi yang diteliti mahasiswa rata-rata hanya berkutat pada hal-hal teoritik sastra saja.
“Seharusnya teori-teori sosial sudah bisa masuk dalam karya sastra, karena budaya selalu berkembang setiap harinya dan membuat perubahan sosial. Misalnya, teori perubahan budaya, interpretatif dan simbolik,” jelasnya.

Asri Sundari juga membicarakan masalah metode penelitian yang harus diterapkan apabila menggunakan kajian pada teori sosial, yakni memberikan pemahaman lebih jauh kepada mahasiswa tentang metode kualitatif dan kuantitatif.

Hal ini disambung oleh pernyataan dari Novi Anoegrajekti bahwa sastra sebagai teks sosial dan teks sastra. “Jadi, ada keterikatan antara teks sastra dengan realitas sosial untuk menghasilkan pemaknaan secara sosial, ” terangnya

Sebelum berakhir, Kusnadi menjelaskan bahwa metode penelitian kuantitatif menggunakan model empiris, sedangkan kualitatif menggunakan model teoritis. “Kita juga harus memahami secara teks dan juga mengetahui secara konteks,” pungkasnya.

Editor: Ulfatus Soimah

beras