Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Gelar Workshop ke-8, Jurnal Arif Kembali Bahas Publikasi Menembus Jurnal Terindeks Scopus
Dokumentasi Jurnal Arif, 30/07)

Gelar Workshop ke-8, Jurnal Arif Kembali Bahas Publikasi Menembus Jurnal Terindeks Scopus

beras

Berita Baru, JakartaJurnal Arif FBS Universitas Negeri Jakarta bekerja sama dengan HISKI UNJ kembali adakan pertemuan diskusi tim 6 dengan tajuk Workshop ke-8 “Publikasi Menembus Jurnal Terindeks Scopus” putaran satu pada hari Sabtu, (30/07) Via Zoom Meeting.

Workshop tersebut sebagai rangkaian dari kegiatan sebelumnya yang diadakan Jurnal Arif dengan tema yang senada. Kegiatan diselenggarakan setiap dua minggu sekali ini telah berlangsung 9 kali.

Dalam pengantarnya, Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum., sebagai koordinator, mengatakan bahwa sebagai masyarakat dunia, kita bertanggungjawab menyebarkan gagasan, ide, dan hasil penelitian untuk kemajuan zaman sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni.

“Sebagai masyarakat dunia, kita bertanggungjawab menyebarkan gagasan, ide, dan hasil penelitian untuk kemajuan zaman sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni”

“Acara ini juga sebagai perjuangan kita bersama serta relisasi dari semangat melakukan srawung akademik pada tataran internasional,” ungkapnya.

Novi menambahkan, melalui “Bincang Arif” ini, publikasi menjadi rekam jejak perjalanan akademik kita masing-masing. Ia mejelaskan bahwa tema besar pada tim-6 membahas seputar kolakalan, kewacanaan, dan lakon.

“Mari kita berproses bersama, menorehkan guratan kecil, dan kita sama-sama bermimpi 50 artikel dari 10 tim ini dapat terbit bersama,” harapnya.

Gelar Workshop ke-8, Jurnal Arif Kembali Bahas Publikasi Menembus Jurnal Terindeks Scopus

Ada 5 pemakalah yang hadir dalam workshop kali ini, yaitu Dr. Sumiman Udu, M.Hum. (Universitas Haluoleo), Dr. Heny Sulistyowati, M.Hum. (STKIP PGRI Jombang), Dr. Rita Inderawati, M.Pd. (Universitas Sriwijaya), Dr. Dini Nurfajrin Ningsih, M.Pd. (Universitas Suryakencana) Librianti Kurnia Yuki, M.Pd. (Universitas Putra Indonesia) ) dengan pembawa acara Dr. Ari Ambarwati, M.Pd. (Universitas Islam Malang) dan moderator Sudartomo Macaryus, M.Hum. (Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta).

Pemakalah pertama, Heny Sulistyowati memaparkan artikelnya berjudul “Morphological Process of Contraction in Indonesian Narrative Discourse”.

Heny mengatakan bahwa metode yang dipakai dalam penelitiannya adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data dari cerita rakyat Jombang.

“Data dikategorikan atas unsur morfologis, kontraksi. Analisis struktur kontruksi morfologis digunakan dalam analisis ini,” jelasnya.

Dilanjut ke pemakalah ke dua, Rita membawakan artikel berjudul “The Spread of Islans in the 16th Century by Bagus Kuning Queen: A Virtual Drama Perfomance”

Rita menjekaskan, bahwa pergelaran drama berbasis virtual, proses pembuatan dengan menggunakan aplikasi Canva dan medium Zoom Meeting.

“Memang masih banyak kendala dan kelemahan, utamanya dalam hal teknis, tetapi itu menjadi pilihan yang harus ditempuh daripada tidak pentas sama sekali. Akhirnya kesimpulannya membuahkan produksi drama from home,” jelasnya.

Pembicara ketiga, Dini Nurfajrin membawakan artikel dengan judul “Tradisi Ngabeluk: Hegemoni dan Representasi Identitas”.

Dini mengatakan bahwa Ngabeluk adalah tradisi komunikasi antarpetani dengan nada tinggi (dan suara lantang), karena ladang mereka saling berjauhan.

“Secara khusus, artikel ini membahas dinamika hegemoni atas tradisi Ngabeluk dan representasi identitas yang ditampilkan komunitas Beluk dalam menghadapi hegemoni kelompok dominan dan model optimalisasinya,” tuturnya.

Pemakalah keempat, Librilianti Kurnia Yuki membawakan artikel berjudul “Martial Arts Silat Maenpo Local Wisdom Value”

Librilianti menjelaskan bahwa artikel yang dibawakan bertujuan menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam penelitian tentang seni bela diri Maenpo dan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.

Semantara itu, pemateri terakhir, Sumiman Udu, menjelaskan artikelnya dengan judul “Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Sumberdaya Air di Wakatobi”

Wakatobi salah satu wilayah yang berpotensi mengalami krisis air. Akan tetapi, masyarakat adat telah memiliki kearifan lokal dalam mempertahankan sumberdaya air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Larangan menyemen dan menimba air dengan mesin merepresentasikan upaya masyarakat dalam mempertahankan sumber daya air,” ungkap Sumiman.

Salah satu sumber air yang dipompa dengan mensin pada akhirnya cenderung menggerus tanah sehingga lumpurnya ikut terhisap. Fenomena tersebut sebagai pembenaran terhadap larangan untuk menimba dengan mesin karena cenderung melampaui batas debit air yang tersedia.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, Sumiman mengatakan bahwa kearifan lokal masyarakat adat Kadie Wense dalam pengelolaan air dan mata air memiliki kontribusi dalam pengelolaan sumber daya mata air secara berkelanjutan.

Selesai paparan materi dari para narasumber dilanjutkan dengan diskusi secara interaktif yang mendapat respons dan masukan dari para peserta, seperti Dr. Yoesoef, Dr. Maria Matildis Banda, dan HR. Utami, M.Hum.

Semua pertanyaan mendapat respons dengan baik dari narasumber dan menjadi masukan untuk revisi dan melengkapi artikel yang dirancang publish di jurnal internasional bereputasi. Sampai akhir diskusi ada 40 audience penulis yang setia mengikuti diskusi sampai selesai.

beras