Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

H Thoriqul Haq di hadapan anggota Banser Lumajang. (Foto: NO
H Thoriqul Haq di hadapan anggota Banser Lumajang. (Foto: Nu Online)

GP Ansor Lumajang Siap Kawal Konflik Tanah Salim Kancil

Berita Baru Jatim, Lumajang — Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lumajang melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor siap mengawal konflik tanah keluarga almarhum Salim Kancil dengan pengusaha tambak udang, hingga kasus ini tuntas.

“Terlebih persoalan ini kemudian melibatkan bupati Lumajang, H Thoriqul Haq yang juga merupakan kader Ansor Lumajang. Maka kami diminta oleh Pimpinan Pusat GP Ansor untuk segera mengambil sikap untuk melakukan pendampingan terhadap keluarga almarhum Salim Kancil,” kata H Fahrurrozi, Minggu (12/7/2020) dikutip dari NU Online.

Gus Eros sapaan akrab ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Lumajang, mengungkapkan mendampingi keluarga almarhum Salim Kancil merupakan panggilan organisasi dalam tugas kemanusiaan yang harus dilakukan.

“Saya sudah meminta kepada Mas Miko selaku Ketua LBH Ansor untuk melakukan pertemuan dengan istri dan anak almarhum Salim Kancil, guna melakukan pemetaan masalah tanah tersebut,” ungkapnya. 

Di samping itu Ansor akan berkoordinasi dengan Bupati Lumajang, karena kasus ini sudah melibatkan Cak Thoriq sebagai pihak yang dilaporkan oleh perusahaan tambak udang. 

“Keduanya akan kita dampingi sampai persoalan tuntas,” tegas Gus Eros.

Sebagaimana diketahui, Bupati Lumajang H Thoriqul Haq pekan kemarin dipanggil Polda Jatim setelah sebelumnya dilaporkan oleh PT Lautan Udang Indonesia Sejahtera (PT LUIS) atas dugaan pencemaran nama baik. Karena bupati menyebut perusahaan itu melakukan penyerobotan tanah milik keluarga almarhum Salim Kancil melalui sebuah unggahan di chanel Youtube.

Sebelumnya keluarga almarhum Salim Kancil mengadu ke Bupati Lumajang karena sebagian tanah garapannya tergerus air sebagai akibat dari proses pembuatan lahan tambak udang.

“Tanah ini adalah tanah yang dipertahankan almarhum suami saya hingga meninggal dunia karena tambang ilegal. Maka tanah ini adalah sejarah bagi kami dan keluarga dan akan kami pertahankan,” kata Bu Tijah, istri almarhum Salim Kancil.

beras