Berita

 Network

 Partner

HMI Vs PMII di Muktamar NU Ke-34: Hak Jawab Seto Galih Pratomo
Foto: Mojok.co

HMI Vs PMII di Muktamar NU Ke-34: Hak Jawab Seto Galih Pratomo

Berita Baru Jatim, Surabaya – Menanggapi berita dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Malang di jatim.beritabaru.co pada 12 Oktober 2021 atas kritikan atau klarifikasi tulisan penulis di Tribunnews.com dari “Kritik atas Tulisan HMI vs PMII di Muktamar NU ke-34 dan Menyikapi dengan Bijak”. Sebuah tulisan kritik atas tulisan yang terhormat KH. Imam Jazuli berjudul “Rivalitas HMI vs PMII: Perebutan Kursi Ketum PBNU di Muktamar NU ke-34” yang penulis baca menyudutkan salah satu pihak.

Maka dengan itu penulis memberikan kritikan atas tulisan tersebut sebagai penyeimbang dan tidak bermaksud merendahkan pihak manapun dan tidak ada kepentingan apapun di dalamnya. Setelah tulisan yang penulis terbit, muncul berbagai tulisan yang juga mengkritik tulisan dari KH. Imam Jazuli tersebut yang tersebar diberbagai media. Baik datang dari kader PMII, HMI, ataupun NU.

Namun menurut klarifikasi sahabat-sahabat dari PC PMII Malang dalam tulisan yang penulis tulis tersebut ada disinformasi mengenai status almaghfurllah KH. Hasyim Muzadi yang penulis kutip dari situs yakusa.id dengan judul “Berikut Beberapa Tokoh NU yang Berproses di HMI” dan situs konfrontasi.com dengan judul “Ini Para Tokoh Hebat NU yang Berproses di HMI” pada 20 Februari 2021. Tulisan tersebut berada dalam paragraf enam yang menyatakan KH. Hasyim Muzadi mengikuti perkaderan HMI tahun 1964 dan tak lama kemudian menjadi pada tahun 1965 menjadi salah satu HMI Malang.

Tidak lama tulisan penulis di Tribunnews.com tayang, penulis mendapatkan pesan dari sahabat-sahabat PMII Malang yang mengonfirmasi status KH. Hasyim Muzadi. Maka penulis menyambut baik atas klarifikasi dari sahabat PMII Malang dan penulis jelaskan hanya mengutip dari sumber-sumber di atas bukan klaim status. Dengan itu lewat media SEGAPMedia Group di situsnya segapmedia.online dihari yang sama pada 6 Oktober 2021 memberikan tambahan atau klarifikasi atas tulisan pada Tribunnews.com. Juga menginginkan agar ada tulisan tandingan, pers release, atau kritikan jika ada disinformasi pada tulisan penulis agar tidak terjadi disinformasi di lain hari.

Maka dengan munculnya Pers Release di situs pmiikotamalang.co.id, penulis sambut dengan baik dan apresiasi karena sudah membalas dialektika dengan dialektika di media. Namun pada 12 Oktober 2021 disitus jatim.beritabaru.co berjudul “PC PMII Kota Malang: Hentikan Pembelokan Informasi” yang menampilan foto dari Ketua PC PMII Kota Malang, sahabat Mohammad Sa’i Yusuf, dalam kalimat awal memberikan justifikasi yang tidak sesuai dan cenderung pencemaran nama baik, pembunuhan karakter, atau doxing. Dari judulnya saja terdapat justifikasi “pembelokan infomasi”, padahal penulis hanya mengutip dan menyeimbangi tulisan dari KH. Imam Jazuli dengan kritikan.

Berita Terkait :  Filosofi Santri

Diawal kalimat terdapat frasa “berbuntut panjang” atas tulisan penulis di Tribunnews.com menyoal KH. Hasyim Muzadi yang sudah dijelaskan di atas. Pada faktanya, tulisan yang penulis tulis tidak berbutut panjang sebagaimana tulisan KH. Imam Jazuli yang melontarkan banyak kritikan. Tulisan yang penulis tulis hanya dikritik oleh sahabat dari PC PMII Malang saja dan tidak mendapat kritikan dari lainnya.

Lanjut di paragraf kedua, terdapat frasa “mereka melihat, beberapa informasi menyesatkan tertuang dalam tulisan Seto”. Jika ditelaah lebih dalam, sahabat dari PMII Malang hanya mengangkat satu urgensi yang dirasa disinformasi yaitu mengenai status KH. Hasyim Muzadi, namun dalam frasa tersebut ditulis “beberapa” yang mengisyaratkan ada banyak disinformasi di dalamnya. Juga frasa “menyesatkan” yang cenderung menjustifikasi atau pencemaran. Frasa tersebut entah dari sahabat PMII Malang atau dari beritabaru.co.

Tambahan, penulis menyayangkan atas pesan yang dikirim dari sahabat PMII Malang ke WA penulis untuk mencabut tulisan yang penulis tulis di Tribunnews. Padahal penulis tidak punya wewenang apapun di media tersebut. Sama hal nya pada tulisan KH. Imam Jazuli di Tribunnews yang melakukan justifikasi bahkan provokasi dan penulis tanggapi dengan tulisan secara intelektual.

Terakhir, penulis sampaikan terima kasih dan apresiasi atas Pers Release tersebut untuk menghindari disinformasi kedepannya. Namun menyayangkan penggiringan opini yang menyudutkan nama penulis di dalamnya serta hanya berfokus pada satu kesalahan dan tidak fokus pada urgensi pembahasan yang diangkat yaitu tulisan provokatif HMI vs PMII di Muktamar NU ke-34. Penulis mengharapkan agar isu HMI vs PMII di Muktamar NU ke-34 untuk diredam bersama-sama agar menghindari konflik internal pada Muktamar NU esok dan agar berjalan dengan baik serta sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Nahdlatul Ulama itu sendiri.


*Penulis adalah Alumni Pesantren Tebuireng Jombang; penulis buku “Nasionalisme Pemuda” Pemikiran-Pemikiran KH. Hasyim Asy’ari”; saat ini sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia; berproses di HMI Komisariat FH UII; juga sebagai CEO SEGAPMedia Group