Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Imaji Sociopreneur Gelar Forum Diskusi Potensi dan Tantangan Desa Andongsari

Imaji Sociopreneur Gelar Forum Diskusi Potensi dan Tantangan Desa Andongsari

Iklan PMB ITB Tuban


Berita Baru Jatim, Jember – Ada yang berbeda dari Balai Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember hari ini, Sabtu (7/8). Apabila umumnya balai desa sepi pada hari-hari weekend, namun tidak dengan hari ini.

Sedari pagi, tim Imaji Sociopreneur tampak sibuk menyiapkan kegiatan forum diskusi dan penandatanganan kerja sama program pemberdayaan masyarakat di sektor pendidikan, lingkungan, dan ekonomi bertajuk ‘ALP Village’.

Menjelang pukul 10.00 WIB, peserta kegiatan yang terdiri dari perangkat desa, petani tembakau, kelompok sosial dan aktivis di sektor pendidikan, lingkungan, dan ekonomi kreatif mulai mendatangi balai desa. Sebelum masuk ke aula, masing-masing dari mereka terlebih dahulu antre untuk pengecekan suhu tubuh, saturasi oksigen, dan hand sanitizer.

Forum diskusi bersama ini merupakan tindak lanjut Imaji Sociopreneur untuk menyerap dan menggali tantangan sekaligus potensi yang ada di masyarakat Desa Andongsari.

“Sebelum melaksanakan program pemberdayaan masyarakat, kami benar-benar ingin tahu keresahan dan potensi yang ada di Desa Andongsari, terutama di sektor pendidikan, lingkungan, dan ekonomi,” tutur Moch. Musta’Anul Khusni, direktur Imaji Sociopreneur.

Lebih lanjut, pemuda yang akrab disapa Anul ini berharap forum diskusi dapat menjadi wahana bertukar pendapat dan gagasan antara perangkat desa, kelompok sosial dan aktivis, dan Imaji Sociopreneur.

“Diskusi semacam ini penting untuk mengetahui apa yang sebenarnya menjadi tantangan kelompok sosial di desa. Sehingga, ke depan program pemberdayaan yang dihadirkan benar-benar menjawab tantangan itu,” tambahnya.

Turut hadir dan memberikan sambutan, Prasisman, Kepala Desa Andongsari menyambut baik forum diskusi dan program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi Imaji Sociopreneur di desa naungannya.

“Kegiatan-kegiatan seperti ini patut kita apresiasi, sebab menjawab tantangan dan mengembangkan potensi di desa memang perlu banyak diskusi dan kolaborasi,” ucapnya.

Peserta diskusi pun tak kalah aktif mengutarakan gagasan dan keresahan yang mereka alami selama ini. Khusnul, pendiri KH Batik Ambulu mengatakan tantangan terbesar industri batik hari ini adalah cakupan pasar dan inovasi pemasaran.

“Ke depan, kami berharap bisa sama-sama membranding dan meluaskan cakupan pasar batik Ambulu yang kami buat,” ujarnya.

Gunawan, aktivis pendidikan dan pendiri Taman Baca Rimba Watu Kebo pun turut mengutarakan keresahannya. Ia menyoriti dampak pandemi terhadap pendidikan anak-anak di Desa Andongsari.

“Semoga program di bidang pendidikan ini bisa kita lakukan secepatnya sehingga dampaknya bisa segera dirasakan oleh masyarakat Desa Andongsari,” ujarnya.

Sedangkan Ike, ketua Bank Sampah Mawar Putih Karang Templek berharap program pemberdayaan ini dapat mengembangkan usaha dan kemandirian bank sampah kelompoknya.

Forum diskusi ini diakhiri dengan penandatanganan kerja sama program pemberdayaan masyarakat antara perangkat Desa Anongsari, kelompok sosial dan Imaji Sociopreneur.

beras