Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Jalan Keabadian
(Foto: Instagram @didikepot_official)

Jalan Keabadian

JALAN KEABADIAN

oleh: Nono Warnono

Laksa langkah menapak jejak harmoni diantara langgam sumbang kahidupan
Mengeja onak duri nasib luka berdarah-darah menjadi coretan cerita kelam
Dari gunung menyusur deras liku sungai mencari mimpi hingga samodra angan
Meski benturan demi benturan metropolitan tak terbilang

Petikan suara gitar dan getar suaramu menyapa sesak bis kota
Menawarkan senyum ketulusan dari relung jiwa gundah gulana
Berkelindan tembang tembang rakyat panglipur sahaja
Diantara deru dera roda jaman saksi anak rantau menggapai gemintang

Dari gang-gang sempit ibukota kaum pinggiran merindu sungging senyum
Diantara gedung pencakar langit menggamit awan
Lagu lagumu menjadi jampi kesuntukan hidup
Kepahitan nasib tetap harus dimaknai

Donasi suaramu tak tergadai puji sanjung
Adalah prasasti kemilau nilai hakikat manusia
Sungguh hiruk pikuk dunia bukan terminal terakhir
Bukan pula stasiun dan pelabuhan pungkasan

Diantara gamelan pelog dan slendro yang terus menggema
Tembang-tembang kumandang panglipur tua muda tanpa jeda
Melukis tawa dari panggung ke panggung berujung renung
Usah dimaknai Gusti cidra janji ketika membawamu ke jalan lain keabadian

: Lord Didi, hidup di dunia ibarat mampir ngombe

                                Bojonegoro, 09 Mei 2020

DO’A BERTRIWIKRAMA

Menyusur jalan menggembala angan mengejar bayang terus berlari
Diantara mimpi-mimpi memetik syair edi peni
Pagi berhenti sejenak di rerimbunan rindu sembunyi
Ingin kutatap wajahmu dan kugandeng tangan menyapa hati
Mereguk lagu sendumu mengusir dahaga jiwa sunyi

Seantero Pertiwi – Suriname sarat lantunan tembang pepadang
Bak banyu langit tercurah membening oase membawa girang
Penghilang dahaga orang-orang terdesak laku hidup lintang pukang
Menjaga tradisi ngleluri budaya adi luhung yang nyaris terbuang
Ketika manusia telah bermigrasi di kehidupan maya nan jalang

Memandang kiprahmu merebut hati milenial di senja jaman
Kesahajaan yang tak dimiliki penggila kekuasaan nir teladan
Lagu-lagu pitutur luhur menghias pekerti yang nyaris terkubur peradaban
Engkau datang membawa cahaya menuntun orang-orang salah jalan
Terpental virtual kembali membumi pada asal muasal sangkan paran

Kau petarung telah melalui seribu kota mencari jalan spiritual
Di kelahiran kedua jejak legasi membasmi pandemi menandai konser digital
Segala belum usai ketika banjir berita membawa juta tangis dada tersengal
Sang maestro telah kembali mudik kepada Gustigung tanpa sesal
Semua ambyar pujaan hati bertemu ajal

: Selamat jalan The Godfather of Broken Heart, melangit doa bertriwikrama

Bojonegoro, 09 Mei 2020

BIOGRAFI PENYAIR

Jalan Keabadian
Nono Warnono, penyair yang tergabung dalam Sanggar Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro (PSJB). Lebih banyak menulis cerkak dan geguritan, meski berangkat menulis dalam sastra Indonesia. Karya kumpulan puisinya: “Nyanyian Bidadari”(2018) dan “Meruwat Halaman Belakang” (2019).
Karyanya dalam bahasa jawa berupa Antologi Crita Cekak “Kluwung’(2014) mendapat penghargaan Rancage. Kumpulan Gegurutan “Kidung Langit”(2018) menerima apresiasi Anugerah Sutasoma dari Balai Bahasa Jawa Timur.

beras