Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Jelang Idul Adha, Begini Pesan Khofifah

Jelang Idul Adha, Begini Pesan Khofifah

beras

Berita Baru, Surabaya – Jelang Idul Adha, jumlah hewan ternak di Jawa Timur (Jatim) yang terpapar wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus bertambah. Melihat kondisi ini, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan instruksi khusus kepada 38 bupati/wali kota di wilayahnya.

Mantan Menteri Sosial (Mensos) itu meminta kepada bupati/wali kota untuk turun langsung memantau penjualan hewan kurban yang berada di pinggir-pinggir jalan maupun tanah lapang. Nah, agar pemantauannya optimal, mereka diminta melihat Surat Edaran (SE) terbaru yang diterbitkan Menteri Agama (Menag).

SE Nomor 10 Tahun 2022 yang dimaksud berisi tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 2022.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Jatim bisa beribadah dengan baik utamanya ketika Salat Idul Adha dan dapat melakukan penyembelihan hewan kurban. Sehingga proses penyembelihan sampai penyaluran hewan kurban bisa aman dan higienis,” ujarnya, Senin (27/6/2022).

Ia mengingatkan bagi kepala daerah bisa mengambil kebijakan untuk mempersiapkan titik sentra penjualan hewan kurban yang sehat dan tidak terindikasi adanya penyakit PMK.

“Kami terus berupaya memberikan rasa aman kepada masyarakat khususnya bagi umat Islam yang akan merayakan Idul Adha,” katanya.

Rasa aman ini diwujudkan dengan menyiapkan sebanyak 1.276 juru sembelih halal (Juleha) yang akan tersebar di berbagai pondok pesantren (Ponpes), masjid, mushalla, dan lembaga di Jatim. Para Juleha ini telah mendapatkan pelatihan, pengarahan, dan sertifikasi sehingga siap memotong hewan kurban pada Idul Adha mendatang.

Lebih lanjut, Khofifah mengimbau bagi umat Islam yang berniat berkurban dan berada di daerah wabah atau terluar dan daerah terduga PMK, diimbau untuk melakukan penyembelihan di Rumah Potong Hewan (RPH). Hal ini berguna untuk meminimalisir bahkan mencegah penularan PMK agar tidak meluas.

“Jika berada di wilayah wabah PMK, takmir masjid, mushola atau panitia kurban bisa menitipkan pembelian, penyembelihan, dan pendistribusian hewan kurban kepada Badan Amil Zakat, Lembaga Amil Zakat, atau lembaga lainnya yang memenuhi syarat. Inilah pentingnya koordinasi semua jajaran di daerah agar masyarakat kita bisa beribadah dengan baik, aman dan sehat,” katanya.

Jika dalam hal keterbatasan jumlah, jangkauan dan kapasitas RPH, penyembelihan hewan kurban dapat dilakukan di luar RPH dengan ketentuan melaksanakan di area yang luas dan direkomendasikan oleh instansi terkait. Penyelenggara dianjurkan membatasi kehadiran pihak-pihak selain petugas penyembelihan hewan kurban dan orang yang berkurban.

Selanjutnya, petugas menerapkan protokol kesehatan pada saat melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan hingga pendistribusian daging hingga memastikan kesehatan hewan kurban melalui koordinasi dengan instansi terkait.

beras