Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Jurnal Arif Gelar Workshop Putaran Satu Bahas Tindaklanjut Menembus Jurnal Terindeks Scopus Tim 4

Jurnal Arif Gelar Workshop Putaran Satu Bahas Tindaklanjut Menembus Jurnal Terindeks Scopus Tim 4



Berita Baru, Jakarta – Jurnal Arif FBS Universitas Negeri Jakarta bekerja sama dengan HISKI UNJ kembali adakan pertemuan diskusi “Bincang Arif” dengan tajuk Workshop ke-5 “Publikasi Menembus Jurnal Terindeks Scopus” putaran satu pada hari Sabtu, (18/06) Via Zoom Meeting.

Workshop tersebut sebagai tindaklanjut atau follow up dari acara yang sebelumnya yang diadakan Jurnal Arif dengan tema serupa. Kegiatan yang diselenggarakan setiap dua minggu sekali ini telah berlangsung lima kali. Masing-masing kelompok yang berjumlah 10 tim tampil secara berurutan. Hari ini menghadirkan para pembicara dari Tim 4.

Dalam pengantarnya, Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum., sebagai koordinator, menjelaskan bahwa workshop ini bermaksud memberikan kesempatan para penulis saling menimba ilmu, berbagi pengalaman memublikasi, dan berbagi pengalaman publikasi di jurnal internasional bereputasi.

“Dua minggu yang akan datang, 2 Juli 2022 “Bincang Arif” menghadirkan narasumber, Prof. Dr. Manneke Budiman, M.Hum. untuk menambah bekal bagaimana mempertajam publikasi artikel di jurnal terindeks Scopus,” ungkap Novi memberi semangat para peserta workshop.

Novi menyampaikan bahwa pada workshop keempat ini para pembicara menyampaikan empat tema, yaitu sastra modern khususnya mengenai sejarah sastra dalam perspektif feminisme, kelokalan dan ekowisata bahari, kelokalan dan industri kreatif, serta kelokalan dan seni pertunjukan.

Lima pemakalah yang hadir dalam workshop kali ini, adalah Prof. Dr. Wiyatmi, M.Hum. (Universitas Negeri Yogyakarta), Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum. (Universitas Negeri Jakarta), Dr. M. Yoesoef, M.Hum. (Universitas Indonesia), Dr. Ina A. Velomena Samosir Lefaan, M.Pd. (Universitas Cendrawasih Jayapura), Dra. Erlis Nur Mujiningsih, M.Hum. (BRIN Pusat Preservasi Bahasa dan Sastra) dengan pembawa acara Dr. Ari Ambarwati, M.Pd. dan moderator Sudartomo Macaryus, M.Hum.

Pemakalah pertama, Wiyatmi memaparkan judul artikel “Sastrawan Perempuan yang Dilupakan dalam Sejarah Sastra Indonesia”. Ia menjelaskan bahwa sangat sedikit penulis perempuan dalam percaturan sejarah Sastra Indonesia. “Ada beberapa kemungkinan, salah satunya adalah dominasi laki-laki terhadap ekosistem sastra perempuan,” ucapnya.

Dilanjut ke pemakalah kedua, Erlis Nur Mujiningsih mempresentasikan artikel dengan judul “Selasih Pelopor Sastra Feminis dalam Dominasi Sastra Patriarki”. Erlis mengatakan bahwa sumber data dalam penelitiannya adalah biografi Selasih, beberapa karya Selasih, seperti puisi, cerpen, naskah drama, dan legenda yang ditulis ulang.

“Perdebatan soal sejarah sastra jarang sekali membicarakan karya-karya Selasih yang belum terlacak. Kami harap artikel bersama ini memberikan satu testimoni bahwa Selasih adalah satu dari sedikit penulis perempuan yang memelopori sastra feminis,” ujarnya Erlis.

Dalam paparan Wiyatmi, Selasih termasuk perempuan penulis yang dilupakan dalam pembahasan sejarah sastra Indonesia. “Penelitian ini berpotensi memberi referensi dalam penyusunan sejarah sastra Indonesia,” ujar Wiyatmi.

Pemakalah ketiga, Novi Anoegrajekti menjelaskan artikelnya yang berjudul “Ekowisata Bahari Muncar Banyuwangi dan Strategi Pengembangan Pariwisata”. Dalam penelitiannya ia menggunakan metode etnografi. “Kami telah mewawancarai masyarakat nelayan Muncar, HNSI Kabupaten Banyuwangi, budayawan, pelaku UMKM, dan birokrat lokal. Dengan pendekatan Cultur Studies kami menganggap bahwa peristiwa kebudayan dan tradisi selalu identik dengan tatanan relasi kuasa,” jelasnya.

Novi menjelaskan bahwa hasil penelitiannya menunjukkan bahwa ekowisata bahari berpotensi dikembangkan di Banyuwangi dengan memanfaatkan wilayah darat dan laut khususnya di wilayah pelabuhan Muncar, Banyuwangi.

“Pengembangan ekowisata bahari dilakukan untuk memperkenalkan budaya bahari kepada wisatawan dan bahwa laut menyimpan potensi yang berpeluang untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menyejahterakan umat manusia di muka bumi,” ujar Novi.

Pemateri keempat, Velomena Samosir memaparkan tema “Meritotora Kepemimpinan Perempuan Tradisional (Dari Tradisi Lisan ke Home Industri)”. Ia mengatakan bahwa penelitian ini sudah dilakukan sejak 2004. “Sampai sekarang masih banyak kendala, salah satunya adalah masih sedikit para lelaki yang mengakui bahwa perempuan asli Fakfak lah yang memegang peranan dan kedudukan penting dalam ritual tradisi,” jelasnya.

Pemateri terakhir, M. Yoesoef memaparkan artikelnya yang berjudul “Sandiwara Tradisional Indramayu: Mempertahankan Identitas Budaya Pesisir di Era Digital”. Pandemi Covid-19 membuat para pelaku seni pertunjukan tradisional melakukan “hijrah” dengan mengunggah pergelaran melalui kanal youtube. “Pandemi Covid-19 mengakselerasi para pelaku budaya bermigrasi ke bentuk yang baru,” ungkap Yoesoef.

Para pelaku seni tradisi mendapat pekerjaan baru sebagai alternatif pergelaran seni melalui kerja sama dengan rumah produksi. “Unggahan youtube mendapat respons positif dari masyarakat Cianjur diaspora yang tinggal di kota-kota di dalam negeri dan di luar negeri.

Usai paparan materi dilanjutkan tanya jawab yang berlangsung interaktif dan inspiratif. Pertanyaan-pertanyaan dirasakan saling menginspirasi untuk melakukan penelitian lanjut. Dengan 76 partisipan yang hadir di ruang Zoom, diskusi terasa hangat dan saling menyemangati.

Jurnal Arif Gelar Workshop Putaran Satu Bahas Tindaklanjut Menembus Jurnal Terindeks Scopus Tim 4

beras