Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Jurnal Arif Kembali Adakan Workshop Publikasi Jurnal Terindeks Scopus

Jurnal Arif Kembali Adakan Workshop Publikasi Jurnal Terindeks Scopus

beras

Berita Baru, Jakarta – Jurnal Arif bekerja sama dengan Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia Universitas Negeri Jakarta (HISKI UNJ) dan Tribun Network gelar “Bincang Arif” Workshop 10 Tim Publikasi Menembus Jurnal Terindeks Scopus pada Sabtu (09/04) Via Zoom Meeting.

Acara dibuka oleh Sigit Widiatmoko selaku pewara workshop dan dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua HISKI UNJ, Eva Leiliyanti, M.Hum., Ph.D. yang juga sebagai wakil dekan 1 FBS Universitas Negeri Jakarta.

Eva mengatakan bahwa “Bincang Arif” ini adalah iktikad baik dalam menjaga semangat intelektual dan produktivitas. “Semoga workshop ini berjalan dengan lancar, dan tentunya, dapat melahirkan jurnal-jurnal yang terindeks Scopus,” sambutnya.

Sebelum berlanjut ke acara inti, koordinasi publikasi tembus Scopus, acara dijeda dengan foto bersama sebagai dokumentasi.

Dimoderatori Sudartomo Macaryus selaku Sekretaris 10 Tim, diskusi diawali langsung oleh koordinator 10 tim, Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum (Universitas Negeri Jakarta).

Publikasi di jurnal internasional terindeks scopus bermanfaat sebagai ruang publikasi luaran riset, menjaga dan meningkatkan kualitas publikasi dosen dan periset, mendukung peningkatan peringkat perguruan tinggi, penilaian kinerja dosen, penyebaran gagasan dan hasil riset kepada masyarakat internasional, persyaratan profesor, dan H-index scopus menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kewenangan riset.

“Harapan ada gerakan menulis bersama di jurnal terindeks scopus telah saya pikirkan sebelum kepindahan saya dari Universitas Jember ke UNJ,” ujar Novi. “Hal itu menjadi cita-cita karena saya mengalami hambatan serius dari internal, ketika hendak meraih jabatan akademik tertinggi profesor,” lanjutnya.

Kegiatan ini juga sebagai aksi solutif terhadap pandangan yang menyatakan bahwa tulisan para ilmuwan dalam bidang tertentu dikatakan gabuk. Situasi tersebut tidak cukup menjadi “rasanan”, tetapi memerlukan aksi solutif. “Ajakan untuk menulis bersama dan memublikasikan di jurnal terindeks Scopus ini sebagai salah satu aksi solutif,” tegas Novi.

Acara dilanjutkan dengan presentasi 10 tim yang terdiri dari Prof. Dr. Nurhayati, M.Pd (Universitas Sriwijaya), Dr. M. Abdullah, M.A. (Universitas Diponegoro), Dr. Sudibya, M.Hum. (Universitas Gadjah Mada), Dr. Endah Imawati, M.Pd (Harian Surya dan IKIP Widya Darma Surabaya), Dr. Mu’jizah, M.Hum (Kementerian Agama), Dr. Imam Qulyubi, M.Hum (IAIN Palangka Raya), Dr. Mundi Rahayu, M.Hum (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), Dr. Ari Ambarwati, M.Pd. (Unisma), Sudartomo Macaryus, M.Hum. (Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta), dan Sigit Widiatmoko, M.Hum. (Universitas Negeri Jakarta).

Sepuluh presentasi menampakkan dinamika dan permasalahan penelitian yang beragam, yaitu bidaka kebahasaan, kesastraan, seni tradisi, ritual, dan budaya. Beragam tema tersebut dipecahkan dengan beragam teori, pragmatik, poskolonial, sosiologi sastra, etnografi, tradisi lisan, filologi, dan cultural studies.

Setelah pertemuan yang pertama ini akan dilanjutkan dengan pertemuan pemaparan draf artikel yang akan dipublikasi oleh masing-masing anggota setiap dua minggu sekali secara berurutan untuk masing-masing kelompok.

Untuk menjaga kualitas publikasi, pada pertemuan ke empat akan menghadirkan narasumber Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. yang berpengalaman sebagai penulis dan sebagai reviewer jurnal internasional bereputasi.

“Setelah pemaparan draf publikasi, akan dilanjutkan dengan pemaparan final naskah artikel publikasi,” ungkap Novi.

Selanjutnya, untuk mendukung keberhasilan publikasi, koordinator akan menghadirkan narasumber, Dr. Bambang Heri (Rumah Scopus Yogyakarta) yang akan memberikan strategi teknis tembus jurnal terindeks Scopus.

Usai pemaparan seluruh tim, acara dilanjutkan dengan kesepakatan keberlanjutan dan upaya-upaya agar publikasi yang dirancang memiliki kebermanfaatan untuk penulis, lembaga, dan dunia ilmu. Sampai akhir acara, audiens yang ikut kurang lebih 50 peserta.

Jurnal Arif Kembali Adakan Workshop Publikasi Jurnal Terindeks Scopus

beras