Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Jatim, Gus Syafiq Syauqi
Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Jatim, Gus Syafiq Syauqi. (Foto: Tribunnews.com)

Kawal Pilkada 2020, PW GP Ansor Jatim Siap Terjunkan 50.000 Personel

Berita Baru Jatim, Surabaya — Sedikitnya 50.000 personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Jawa Timur disiagakan guna menyongsong pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak pada 3 Desember 2020.

Kepala satuan Koordinasi Wilayah Barusan Ansor Serbaguna (Kasatkorwil Banser) Jawa Timur, Gus Irsyad Yusuf menyatakan, menghadapi Pilkada Serentak di Jatim, pihaknya siap membantu dan bekerjasama dengan aparat keamanan untuk pengamanan pelaksanaannya.

Wujud bantuan dan kesiapan kerja sama dalam pengamanan penyelanggaraan Pilkada Serentak 2020 tersebut adalah dengan menyiagakan puluhan ribu anggota Banser yang tersebar di seluruh wilayah di Jawa Timur.

“Kami siagakan lima puluh ribu Banser. Kami siap bekerjasama dengan aparat dalam mendukung suksesnya pelaksanaan Pilkada Serentak pada 3 Desember 2020,” tegas Gus Irsyad pada awak media, Minggu (16/8).

Sementara itu, ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Jatim, Gus Syafiq Syauqi menyatakan, Pilkada Serentak menjadi hajatan bersama rakyat yang perlu didukung semua pihak agar penyelenggaraannya sukses dan kondusif.

Gus Syafiq, sapaan akrabnya menyatakan, selain membantu mewujudkan suasana kondusif dalam Pilkada, Ansor Jatim bersama pasukan Banser juga siap mewujudkan pelaksanaan Pilkada Serentak yang damai tanpa persekusi dan hoaks, serta terbebas dari kecurangan.

“Kami siap membantu mewujudkan Pilkada tanpa persekusi, tanpa hoaks dan kecurangan,” tandas Gus Syafiq dengan lugas.

Tanggal 3 Desember 2020 total ada 19 kabupaten dan kota di Jawa Timur yang akan menyelenggarakan pilkada serentak, tentu antisipasi dini dari sahabat-sahabat gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur juga perlu disambut oleh rekan organisasi kemasyarakatan lainnya juga aparat kepolisian sebab momentum politik acapkali identik dengan percikan konflik masing-masing pendukung pasangan calon.

beras