Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Kebiasaan Rasulullah Saat Bangun Tidur
Ilustrasi bangun tidur.

Kebiasaan Rasulullah Saat Bangun Tidur

Berita Baru, Surabaya – Bangun tidur adalah karunia yang selayaknya kita syukuri. Sebab, tak sedikit manusia yang tak diberikan kesempatan panjang untuk menikmati hari. Banyak cerita-cerita yang awalnya tidur namun tak bangun lagi.

Itu sebabnya kebiasaan yang dilakukan Rasulullah saban bangun tidur penting untuk ditiru. Tidak semata mengikuti sunnahnya, namun juga mengambil hikmah dari teladan yang telah dilakukan.

Dalam Hasyiah Al-Shawy ‘Ala Tafsir Jalalain karya Imam Ahmad Ibn Muhammad Al-Showi Al-Maliki dijelaskan sebagai berikut:
 
‎فقد ورد عن عاءشة قالت: كان اذا قام اى استيقظ من منامه, كبر عشرا, و حمد الله عشرا, و سبح عشرا, و هلل عشرا, و استغفر عشرا, وقال: اللهم اغفرلى وارحمني واهدني وارزقني وعافني, و كان يتعوذ من ضيق المقام يوم القيامة, وفي رواية كان صلى الله عليه و سلم اذا استيقظ من منامه قرأ العشر الليات من اخر ال عمران.
 
Artinya: Telah datang dari Aisyah berkata: Nabi Muhammad ketika bangun dari tidurnya, membaca takbir (الله اكبر) sepuluh kali dan memuji kepada Allah (dengan membaca, الحمد لله) sepuluh kali, dan membaca tasbih (سبحان الله) sepuluh kali, dan membaca tahlil (لا اله الا الله) sepuluh kali, dan membaca istighfar (استغفر الله العظيم) sepuluh kali. dan dia berdoa: اللهم اغفرلى وارحمني واهدني وارزقني وعافني dan dia (juga berdoa) meminta perlindungan dari sempitnya tempat di hari kiamat.

Dan di dalam riwayat (yang lain) Nabi Muhammad Salallahu’alaihi Wasalam, ketika bangun dari tidur membaca sepuluh ayat terakhir Surah Ali imran.

Dengan demikian, jika kita hendak meniru kebiasaan Rasulullah, yang harus dilakukan setelah bangun tidur adalah:

  1. Membaca takbir (Allahu Akbar) sebanyak sepuluh kali.
  2. Membaca hamdalah (Alhamdulillah) sepuluh kali.
  3. Membaca tasbih (Subhanallah) sepuluh kali
  4. Membaca istighfar (Astaghfirullahal Adzim) sepuluh kali
  5. Membaca doa:اللهم اغفرلى وارحمني واهدني وارزقني وعافني atau
  6. Membaca supuluh ayat terakhir dari Surat Ali Imran.

Karena itu, sebagai umatnya sudah tentu sangat dianjurkan meniru apa yang telah dilakukan Nabi Muhammad SAW.

beras