KH Afifuddin Muhajir: Ketaatan pada Ulil Amri Tidak Mutlak

KH Afifuddin Muhajir
Pengasuh Ma'had Aly Al-Ibrahimy Sukerojo, Asembagus, Situbondo, KH Afifuddin Muhajir (Foto: Mahadaly- situbondo.ac.id)

Berita Baru Jatim, Surabaya — Pengasuh Ma’had Aly Al-Ibrahimy Sukerojo, Asembagus, Situbondo, KH Afifuddin Muhajir berpesan bahwa selain wajib taat kepada Allah dan Rosulullah, umat islam juga taat kepada ulil amri.

“Namun kewajiban taat kepada ulil amri tidak bersifat mutlak, melainkan dengan qoyid (catatan) tidak bertentangan dengan ketentuan Allah dan Rosulullah,” tutur Rais Syuriah PBNU, dikutip dari laman resmi PWNUJATIM, pada Rabu (3/6/2020).

Menurut Kiai Afifuddin Muhajir, ada tiga tipe ulil amri dalam pandangan para ulama, diantaranya ulil amri di bidang politik adalah pemerintah, ulil amri di bidang agama adalah para ahli agama. Kemudian ulil amri di bidang kesehatan adalah ahli kesehatan.

Dalam penanganan kasus virus Corona (Covid-19) harus ada sinergitas antara tiga kelompok tersebut.

Kiai Afifudin mengigatkan dalam kondisi pandemi Covid-19, umat islam dan masyarakat secara luas berkewajiban untuk taat pada pemerintah, sehingga dengan ketaatannya itu akan menjadikan peraturab dan tata kehidupan baru menjadi lebih baik. [*]

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini