Berita

 Network

 Partner

KIARA Sebut Tambang Pasir Besi di Pesisir Selatan Jember Ancam Nelayan
Foto: www.kiara.or.id

KIARA Sebut Tambang Pasir Besi di Pesisir Selatan Jember Ancam Nelayan

Berita Baru Jatim, JemberLembaga Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan (KIARA) angkat bicara mengenai upaya operasi pertambangan pasir besi di Pesisir Pantai Selatan Jember, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember.

Sekretaris Jenderal KIARA, Susan Herawati mengatakan pertambangan pasir besi tidak hanya akan terjadi di desa Paseban. Namun, hampir terjadi di daerah pesisir di Indonesia.

Hal itu disampaikan dalam acara Refleksi Akhir Tahun untuk Paseban, di Aula PCNU Kencong, Jember, melalui Zoom Meeting pada Rabu (30/12/2020).

“Kawan-kawan di Desa Paseban ini pun persis dialami banyak sekali di pelosok negeri ini terutama wilayah pesisir. Beberapa waktu lalu kita mendampingi teman-teman di pulau Kadenareng, Kota Makassar. Mereka juga hari ini berlawan kepada Boskalis atau perusahaan dari negara Belanda yang mengambil pasir,” paparnya.

Ia menjelaskan, perusahaan tambang pasir itu mengganggu mata pencaharian nelayan. Ativitas pertambangan mulai masuk sejak Februari 2020 ketika Covid-19 melanda di Indonesia dan semuanya di lockdown, tetapi perusahaan ini malah melakukan penambangan,” ungkapnya.

Berita Terkait :  Thoriqul Haq - Indah Amperawari Raih Penghargaan Green Leadership dari KLHK RI

“Tidak butuh waktu lama sebenarnya, di Pulau Kodinareng merasakan betul jiwa mereka terancam dan menyebabkan ombak tinggi yang berhadapan langsung dengan ketakutan yang luar biasa,” tambahnya.

Lanjutnya, kejadian penambangan itu menjadi catatan penting untuk semuanya agar terhindar dari bencana.

“Ini catatan penting bagi kita semua dalam konteks bencana. Kalau ada pelaku-pelaku yang melakukan penambangan dan merampas ruang-ruang masyarakat bukan hanya ketimpangan kepada hak asasi manusia (HAM) namun malah akan menimbulkan bencana di sekitaran di Desa Paseban,” jelasnya.

“Saat ini yang dibutuhkan kawan-kawan di Paseban harus mempunyai daya tahan melawan. Belum ada teknologi yang bisa menggatikan pasir besi yang bisa dan mampu untuk menghadapi ancaman langsung dari laut,” ungkapnya.

Untuk saat ini, kasus penambangan itu hanya satu kata Lawan dan mulai bangun solidaritas.

“Kasus penambangan pasir di Paseban itu harus dilawan dan kedepan harus membangun solidaritas,” tutupnya.