Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

KIPP Kota Probolinggo Dorong Mahasiswa Aktif Awasi Pemilu 2024
Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kota Probolinggo mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam mengawasi Pemilu 2024.

KIPP Kota Probolinggo Dorong Mahasiswa Aktif Awasi Pemilu 2024

beras

Berita Baru, Probolinggo – Potensi pelanggaran pada pemilu, seolah menjadi perbincangan yang tiada henti. Masalah kepemiluan yang masih belum 100% musnah itu, membuat semua pihak harus berperan termasuk masyarakat sipil khususnya mahasiswa.

Hal itulah yang didorong oleh Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kota Probolinggo pada sejumlah mahasiswa . Melalui seminar bertema “Membaca Undang-undang Pemilu dalam Perspektif Masyarakat Sipil” yang digelar Fakultas Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Panca Marga, pada Rabu, (06/07/2022).

KIPP Kota Probolinggo Dorong Mahasiswa Aktif Awasi Pemilu 2024

Tak hanya dihadiri KIPP, seminar di kampus yang berada di Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo juga dihadiri Komisioner KPU Kota Probolinggo, Radfan Faisal, Komisioner Bawaslu, Samsun Ninilau dan Siti Marwiyah, Dosen kampus setempat.

Peran partisipasi mahasiswa, tak cukup hanya aktif memilih pada kontestasi politik khususnya pada Pemilu 2024. Namun, memahami dan ikut mengawal serta mengawasi proses tahapan Pemilu yang sudah berjalan.

Terlebih lagi, Indonesia sedang dalam masa bonus demografi di mana usia produktif kerja atau anak-anak muda lebih banyak dibandingkan usia lanjut. Era bonus demografi seperti pisau bermata dua. Bisa menjadi anugerah terindah ataupun bencana.

Dalam perjalanan bonus demografi, Indonesia akan menyelenggarakan Pemilu dan Pilkada serentak tahun 2024. Pemilu yang pertama kalinya dalam era bonus demografi. Anak-anak muda menjadi dominasi dalam pemilu 2024.

Menurut survei yang diadakan oleh litbang kompas, Generasi Y atau Milenial dan Generasi Z akan mendominasi dalam pemilu 2024 mendatang. Tidak menutup kemungkinan anak-anak muda akan menentukan pilihan di tahun 2024.

Survei yang dilaksanakan tahun 2020 ini mengungkapkan data usia 8-23 tahun mencapai total 27,94 % sedangkan usia 24-39 tahun sebesar 25,87% jika ditotalkan mencapai 53,81%. Maka anak muda akan berpotensi menguasai suara di Pemilu 2024.

“Namun demikian persoalan seperti money politik, golput, maupun kecurangan lainnya masih terjadi dan menjadi upaya bersama tidak hanya penyelenggara baik KPU, Bawaslu maupun peserta Pemilu, namun juga masyarakat sipil termasuk mahasiswa,” jelas Ketua KIPP Kota Probolinggo, Rahmad Soleh.

Peran tersebut lanjut Rahmad, baik tergabungnya mahasiswa menjadi bagian dari penyelenggara pemilu, atau menjadi pemantau. Sebab, peran masyarakat sipil khususnya mahasiswa punya andil dalam mensukseskan pemilu.

“Keterlibatan mahasiswa dalam pemilu menjadi indikator semakin menguatnya masyarakat sipil dalam menciptakan suksesnya pemilu. Ini salah satu upaya untuk mengurangi sejumlah masalah pada pemilu tersebut,” tandasnya.

Pihaknya mendorong, peran mahasiswa juga aktif dalam lembaga pemantau pemilu yang dilindungi oleh UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Hal yang sama, disampaikan Komisioner KPU Kota Probolinggo Bidang Sosdikilh, Parmas dan SDM, Radfan Faisal dimana tahapan pemilu kini sudah mulai. Mahasiswa dirasa punya peran penting ikut andil dalam pelaksanaan.

“Dengan dimulainya tahapan pemilu, ini momentum yang pas bagi masyarakat sipil khususnya mahasiswa. Untuk menciptakan pemilu berintegritas, tidak cukup pemilu suskes di tangan penyelenggara yakni KPU dan Bawaslu maupun DKPP,” ucapnya.

Atas hal itu pihaknya tengah gencar-gencarnya mengkampanyekan partisipasi masyarakat. Menggandeng kampus, pelajar, organisasi masyarakat, kelompok penyintas maupun elemen masyarakat lainnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kota Probolinggo, Samsun Ninilau tugas Bawaslu dalam melakukan pencegahan, penindakan  pelanggaran, dan penyelesaian sengketa proses pemilu perlu dukungan dan pengawasan dari masyarakat.

“Kendati kewenangan Bawaslu cukup banyak, namun potensi kerawanan pemilu, perlu keterlibatan dan kolaborasi dengan masyarakat. Nah, dari sinilah peran mahasiswa ikut andil dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas,” jelas Koordinator Divisi Hukum, Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa ini.

Dengan keterlibatan mahasiswa pada Pemilu, pihaknya optimis angka kecurangan pemilu, maupun persoalan lainnya seperti politik uang, golput, ujaran kebencian bisa diminimalisir.

beras