Kopri PMII Bojonegoro Suarakan Hari Tanpa Kekerasan Terhadap Perempuan

Peringatan Harlah Kopri Ke-53 di Graha Ulul Albab PC PMII bojonegoro, pada Minggu (6/12/2020). Kegiatan Harlah yang diikuti oleh puluhan
Peringatan Harlah Kopri Ke-53 di Graha Ulul Albab PC PMII Bojonegoro, pada Minggu 6/12/2020. (Foto: Beritabaru.co/An)

Berita Baru Jatim, Bojonegoro – Pengurus Cabang (PC) Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Putri (KOPRI) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menggelar Peringatan Harlah Kopri Ke-53 di Graha Ulul Albab PC PMII Bojonegoro, pada Minggu (6/12/2020).

Kegiatan Harlah yang diikuti oleh puluhan anggota dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri) se-Bojonegoro, dengan tema, “Bersama Kopri Membangun Negeri” dengan mengikuti berbagai rangkaian acara, antaranya; Penanaman Pohon, peringatan Hari AIDS sedunia, 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan, dan refleksi akhir tahun 2020.

Seperti yang disampaikan Ketua Panitia kegiatan Siti Ainur Rodhiyah mengatakan, empat rangkaian yang diadakan Kopri PC PMII Bojonegoro dalam memperingati Harlah Kopri ke 53, sebagai upaya merawat nalar kritis dan kader-kader Kopri Bojonegoro.

Maka dari itu pagi tadi ada dua agenda yang digelar di alun-alun Bojonegoro seperti memperingati hari HIV AIDS sedunia dan 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan.

“Peringatan hari AIDS kami membagikan sebanyak 300 pita merah kepada pengguna jalan, merupakan simbol kesadaran terhadap AIDS yang digunakan untuk memberikan dukungan pada orang-orang dengan HIV dan mengenang mereka yang meninggal karena penyakti terkait AIDS”. Tambahnya.

Berita Terkait :  Tagih Janji Pemkab, PMII Pasuruan Desak Segera Tuntaskan Kasus HAM

Selain itu, Ketua Kopri PC PMII Bojonegoro, Lilis Apriliati mengatakan, diusia yg sudah matang berharap kader Kopri bisa lebih matang menjalankan advokasi di masyarakat. Dan khusus untuk kader Kopri Bojonegoro semoga semakin berdedikasi dan berkarya di wadah Kopri.

“Banyaknya permasalahan sosial khususnya yang menjerat perempuan semoga juga segera dapat diselesaikan dengan mendapat payung hukum, sehingga kerja advokasi yang dilakukan kader Kopri terkhusus Bojonegoro dapat memeberikan perubahan menuju yang lebih baik,” tambahnya. (an)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini