Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

KTT G20 Dibuka dengan Agenda Utama Pemulihan Ekonomi dan Perubahan Iklim
Presiden RI Joko Widodo duduk di sebelah PM India Narendra Modi saat membuka KTT G20 Bali di The Apurva Kempinski, Bali pada Selasa (15/11/2022). Dok. Biro Setpres RI

KTT G20 Dibuka dengan Agenda Utama Pemulihan Ekonomi dan Perubahan Iklim

Iklan PMB ITB Tuban


Berita Baru, Bali – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 20 (G20) ke-17 resmi dibuka di Bali pada Selasa (15/11), dengan isu-isu terkait pemulihan ekonomi global, sistem kesehatan dunia, dan perubahan iklim menjadi pokok pembahasan utama.

Selama KTT dua hari bertajuk “Pulih Bersama, Bangkit Perkasa” (Recover Together, Recover Stronger) itu, sejumlah isu lainnya termasuk transformasi digital, serta ketahanan pangan dan energi juga akan dibahas.

Berbicara pada upacara pembukaan KTT tersebut, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, yang kerap disapa Jokowi, mengatakan Indonesia berharap KTT itu dapat menjadi katalis bagi pemulihan ekonomi global yang inklusif.

Bertanggung jawab berarti menghormati hukum internasional dan tujuan serta prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara konsisten, dan menciptakan situasi yang saling menguntungkan (win-win), bukan permainan menang-kalah (zero-sum), tegas Jokowi.

“Kita tidak boleh membagi dunia menjadi beberapa bagian,” kata Jokowi, seraya menyerukan dunia untuk bertindak bijak, memikul tanggung jawab, dan menunjukkan kepemimpinan mereka.

KTT tersebut digelar ketika dunia tengah menghadapi berbagai tantangan, di antaranya pemulihan ekonomi yang rapuh, pandemi COVID-19 yang berkepanjangan, tingkat inflasi yang lebih tinggi dari yang terlihat dalam beberapa dekade terakhir, pengetatan kondisi keuangan di sebagian besar kawasan, dan tantangan lainnya.

Dana Moneter Internasional (IMF) pada Oktober lalu memproyeksikan ekonomi global tumbuh 3,2 persen tahun ini dan 2,7 persen pada 2023, dengan revisi turun 0,2 poin persentase untuk 2023 dari perkiraan pada Juli lalu.

Komunitas internasional menaruh harapannya pada negara-negara besar agar memperkuat koordinasi kebijakan ekonomi makro dan mempromosikan multilateralisme, keterbukaan, inklusivitas, dan kerja sama saling menguntungkan pada KTT tersebut.

Dibentuk pada 1999, G20 merupakan forum sentral untuk kerja sama internasional yang terkait dengan isu keuangan dan ekonomi. Kelompok ini terdiri dari 19 negara plus Uni Eropa (UE).

Negara-negara tersebut adalah Argentina, Australia, Brasil, Kanada, China, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris, dan Amerika Serikat. 

beras