Larang Mudik, Jokowi: Demi Kesalamatan Bersama

Berita Baru, Jakarta – Pemerintah telah mengeluarkan intruksi untuk larangan untuk mudik hari raya Idul Fitri 1442 H demi mencegah melonjaknya angka positif kasus wabah Covid-19 yang berpotensi melonjak pasca mudik.

“Pemerintah memutuskan melarang mudik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, pegawai BUMN, karyawan swasta dan seluruh masyarakat,” ujar Presiden Joko Widodo secara virtual melalui Akun YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (16/4/2021).

Jokowi mengatakan yang dilakukannya untuk menjaga keselamatan bersama dan tren penyebaran Covid-19 cenderung mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

“Dalam dua bulan terakhir terjadi penurunan kasus positif dari 176672 pada 5 Februari 2021 menjadi 108032 pada 15 April 2021. Dari angka tersebut, dapat disimpulkan bahwa angka kasus positif perhari turun secara signifikan,” jelasnya.

Lalu, angka kematian yang berkisar antara 14-15 ribu dari bulan Januari 2021. Kini, kasus kematian berkisar 4-6 ribu pada April 2021.

Kemudian, tren peningkatan kesembuhan pun semakin baik, terbukti kasus orang yang sembuh semakin meningkat tiap harinya. Per 1 Maret 2021 sebanyak 1151915 dibandingkan dengan 15 April 2021 tercatat pasien sembuh mencapai 1438254 orang di berbagai wilayah.

Berita Terkait :  Di Tengah Corona, Pasar Buah Ranuyoso di Lumajang Tetap Ramai

“Pasien sembuh telah mencapai 90,5 persen dari total kasus,” jelasnya.

Dengan pertimbangan tren di atas, pemerintah memutuskan melarang kegiatan mudik yang mengganggu tren positif penurunan penangan Covid-19.

Kebijakannya itu, upaya untuk saling bersinergi antara masyarakat dengan pemerintah membasmi pandemi.

“Ikhtiar memutus rantai penularan wabah demi keselamatan seluruh sanak saudara, diri kita sendiri dan seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Diketahui, dalam empat kali libur panjang tahun lalu mengakibatkan kenaikan jumlah positif Covid-19 cara masif. Pasca dari libur panjang yang salah satunya dilakukan saat mudik, rata-rata kasus positif hingga 90 persen perhari. Kasus kematian juga melonjak tajam hingga di atas 60 persen perhari.

Facebook Comments Box
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini