Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Lesbumi NU Jember Bertekad Kembangkan Literasi Pesantren
Musker Lesbumi NU Jember 2021. (Beritabaru.co)

Lesbumi NU Jember Bertekad Kembangkan Literasi Pesantren

Berita Baru Jatim, Jember – Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Jember sukses menyelenggarakan Musyawarah Kerja (Musker), pada Sabtu (9/1/2021).

Musker yang digelar di Oemah Teduh Panti Asuhan Noer Moelyani Kompleks PP Asy Syifa Cumedak Sumber Jambe Jember itu, mengangkat tema” Garis Lurus Ruang Kosong”.

Menurut salah satu tokoh Lesbumi Jember, HM Fariq Hafid, bahwa tema tersebut memiliki makna yang cukup mendalam dalam berkebudayaan, khususnya di Lesbumi, garis lurus merupakan manifestasi dari spirit berkebudayaan di bawah naungan NU, yang selalu senantiasa memegang teguh khittah ke-NU-an.

Sedangkan ruang kosong, menurutnya adalah karakter atau kepribadian yang yang harus dimiliki oleh setiap jemaah yang berkhidmat di NU bahwa jangan mencari “hidup” di NU, tapi hidupilah NU dengan semangat kekeluargaan, keihlasan dan tanpa orientasi-orientasi yang keluar dari nilai-nilai perjuangan NU.

Hal ini juga diamini oleh KH Nisful Laila Iskamil dalam paparan sambutanya, bahwa PP Asy Syifa dan Panti Asuhan Noer Mulyani selalu mengupayakan bagaimana beragama sekaligus berbudaya, sehinga agama nantinya menjadi budaya, membantu orang menjadi budaya, shadaqah menjadi budaya.

“Contoh konkretnya dapat dilihat ornamen-ornamen arsitektur masjid di kompleks ini, yang penuh dengan budaya pandhalungan, mulai dari pintu, kubah, mimbar, dan jendela yang mengadopsi kultur Jawa Jepara, Madura Prenduan dan Jawa Matraman, ungkapnya.

“Jadi, cita rasa budaya yang tinggi selalu dekat dengan kelembutan hati, sehingga beragama menjadi lebih sejuk dan menyejukkan, tambah beliau.

Sementara itu, Dr. Akhmad Taufiq, S.S., M.Pd. menyampaikan pokok-pokok orientasi program-program Lesbumi ke depan. Menurut beliau bahwa sudah tepat bahwa pesantren menjadi suatu sentrum gerak kebudayaan Lesbumi, di tengah pihak-pihak lain mencoba membuka ruang kebudayaan yang berada di luar pesantren, misalnya mall, pasar, ruang terbuka.

“Tetapi lupa bahwa pesantren merupakan satu kesatuan proses kebudayaan nusantara yang sangat panjang. Oleh karena itu, Lesbumi Jember harus mengambil peran strategis itu untuk mengembalikan sentrum kebudayaan ke pesantren, saya kira ruang itu sangat terbuka lebar. Saya meyakini Lesbumi Jember mampu berdialektika, mampu mewarnai gerak kebudayaan di Jember khususnya, dan nusantara pada umumnya,” ujar Pembina Lesbumi NU Jember.

Sekadar diketahui, Musyawarah Kerja Lesbumi dimulai dengan pemaparan Bidang Literasi yang menawarkan desain pengembangn literasi pesantren, baik literasi yang mendasar maupun yang sifatnya pengembangan. Selanjutnya pemaparan Bidang Seni Tradisi yang mencoba ingin menginvetarisasi dan melestarikan bentuk-bentuk seni budaya tradisional yang dekat dengan nilai-nilai Islami.

Misalnya, macopatan di pelosok-pelosok kampong. Sedangkan, bidang-bidang lainnya memulai dengan program kerja yang bersifat kolaboratif untuk menyongsong agenda nasional yakni Hari Santri 2021. Rangkaian MusKer tersebut kemudian ditutup dengan wisata kuliner khas Sumber Jambe, sambil menikmati kabut tipis yang memeluk bukit Gunung Raung.

Adapun hasil MusKer Lesbumi kali ini melahirkan beberapa program sepanjang tahun 2021, baik program yang bersifat bulanan, monumental dan program khusus yang menjadi branding atau ciri pembeda antara Lesbumi Jember dengan kota lain. Selamat atas sukses Musyawarah Kerja Lesbumi Jember, semoga menjadi rahmatan lil alamin. amin.

beras