Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo Periode 2020-2022, M. Syaiful Rizal. (Foto: Beritabaru.co/ Khoirul Anwar)
Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo Periode 2020-2022, M. Saiful Rizal. (Foto: Beritabaru.co/ Khoiril Anwar)

M. Saiful Rizal Terpilih sebagai Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo Periode 2020-2022

Berita Baru Jatim, Probolinggo — M. Saiful Rizal resmi terpilih menjadi Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Probolinggo Periode 2020-2022.

M. Saiful Rizal terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-XX yang bertempat di Gedung PC NU Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Minggu (27/9).

“Peningkatan potensi kader menjadi salah satu titik fokus perjuangan kami ke depan di samping penguatan organisasi dan kaderisasi. Melihat perkembangan zaman yang semakin keras, potensi kader perlu ditingkatkan dan dimaksimalkan lagi,” kata Rizal saat dikonfirmasi Beritabaru.co, Senin (28/9).  

Lebih lanjut Rizal, menyampaikan bahwa IPNU-IPPNU ke depan membutuhkan kader potensial yang mampu menjawab tantangan kader dan memiliki jiwa perjuangan yang militan untuk membesarkan Jam’iyah An-Nahdliyah dengan menyasar segmen pelajar sebagai ranah IPNU-IPPNU.  

“Tentunya saya tidak bisa jalan sendirian perlu adanya dukungan dari semua pihak khususnya dari para pengurus yang semuanya potensial ,” lanjutnya.  

Kendati demikian, kader IPNU-IPPNU harus siap bersaing dan bisa memanfaatkan teknologi dengan baik. Hingga sampai bisa memanfaatkan untuk menciptakan sesuatu yang dapat dinikmati orang lain di sekitarnya.  

“Pelajar NU itu harus responsif, berdaya saing dan bermanfaat bagi masyarakat. Jika tidak maka akan tergerus oleh peradaban zaman,” tegasnya.  

Menurutnya, keberadaan organisasi pelajar NU ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Bukan hanya melalui bidang pendidikan, namun perjuangannya mampu merambah pada berbagai sektor.

“Hadirnya IPNU IPPNU di segala sektor kehidupan sangat penting mengingat arus globalisasi serta tantangan pelajar yang kompleks lainnya di era peradaban baru ini ,” tambahnya.  

Selain itu, memelihara adat ketimuran juga menjadi kewajiban kader IPNU-IPPNU. Mengingat organisasi yang berbasis pelajar ini mempunyai peran strategis untuk menanamkan akhlak dan budi pekerti yang baik.  

“Pelajar NU bagai mutiara di lautan, tentunya tetap harus menjadi agen akhlak yang mana hal ini menjadi pembeda IPNU IPPNU dengan yang lain sebagaimana yang telah diajarkan oleh ulama-ulama Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.

beras