Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Mahasiswa KKN BTV 3 UNEJ asal Bondowoso Dampingi UMKM dengan Melakukan Diversifikasi Produk Olahan Tempe

Mahasiswa KKN BTV 3 UNEJ asal Bondowoso Dampingi UMKM dengan Melakukan Diversifikasi Produk Olahan Tempe

beras

Berita Baru Jatim, Bondowoso – KKN Back to Village (BTV) 3 Universitas Jember yang dilakukan di Dusun Sumaga, Desa Penambangan, Curahdami, Bondowoso, melakukan pendampingan pada UMKM Tempe untuk berinovasi dengan diversifikasi produk olahan tempe selama adanya PPKM.

Salah satu peserta KKN BTV 3 UNEJ, Dayintaguna Prameswari yang di damping oleh dosen pembimbing lapang (DPL) drg. Agustin Wulan Suci D., MDSc mengatakan bahwa adanya PPKM di Jawa Timur sangat berpengaruh terhadap pendapan UMKM Tempe di Dusun Sumaga.

“Pelaku usaha merasa dampak pandemi Covid-19 sungguh nyata, penurunan omset hingga lebih dari 50%” kata Dayin kepada Berittabaru.co, Selasa (24/8).

Lebih lanjut, Mahasiswa THP FTP Universitas Jember ini mencontohkan hal yang nyata terjadi pada UMKM Tempe milik ibu Endang yang sebelum adanya pandemic bisa mengolah kedelai untuk menjadi tempe sebanyak 30 kg per produksinya. Kali ini hanya sekitar 15 kg per produksinya.

Dayin menyebutkan salah satu kemungkinan terjadinya penurunan omset dikarenakan tidak adanya inovasi dalam pengolahan tempe.

“Adanya pengolahan lebih lanjut berupa diversifikasi produk olahan tempe menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih seperti nugget, merupakan inovasi yang bisa diterapkan. Selain itu perlunya pelatihan digital marketing pada era sekarang sangat penting untuk memasarkan produk. Lebih-lebih produk yang dijual diolah dengan menerapkan sanitasi,” sebut Dayin.

Mahasiswa THP tersebut berharap dengan adanya inovasi serta beberapa pelatihan diharapkan dapat membantu UMKM Tempe milik ibu Endang tersebut. “Saya berharap dengan adanya inovasi diversifikasi produk olahan tempe beserta pelatihan-pelatihan ini dapat membantu ibu Endang untuk memulihkan perekonomiannya,” pungkas Dayin.

beras