Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Mahasiswa KKN BTV UNEJ Bantu Warga Buat Usaha Trift untuk Warga Terdampak Corona

Mahasiswa KKN BTV UNEJ Bantu Warga Buat Usaha Trift untuk Warga Terdampak Corona

Berita Baru Jatim, Bondowoso – Mahasiswa KKN 16 Back To Village (BTV) 3 Universitas Jember (UNEJ) di Kelurahan Blindungan, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, menjalankan program pembuatan usaha baru baju trift untuk warga yang terdampak pandemic covid 19.

Peserta KKN BTV 3 UNEJ, Ahmad Mu’Tashim Billah Tohary yang didampingi oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) yakni drg. Agustin Wulan Suci Dharmayanti, MDSc itu menyampaikan bahwa pembuatan usaha ini ia lakukan untuk membangkitkan perekonomian warga yang terpuruk akibat pandemi covid 19.

“Mitra saya adalah warga yang kehilangan pekerjaan karena pengurangan karyawan akibat pandemic covid 19.Oleh karena itu saya tergerak untuk membuat program ini dengan tujuan agar mitra saya bisa kembali bangkit. Untuk baju trift sendiri memiliki arti baju second import yang kualitasnya masih bagus dan layak dipakai. Dulu kita menyebutnya BABEBO (Baju Bekas Bos). Seiiring bertambahnya jaman, BABEBO bergeser menjadi Baju trift second import dimana baju yang dijual merupakan brand besar di tiap Negara. Contoh brandnya seperti H&M, Zara, dll.” Kata Mu’Tashim Kamis (26/8)

Pada KKN BTV 3 ini, Mu’Tashim sebagai mahasiswa KKN berusaha untuk mengabdi kepada masyarakat dengan mengambil topik program pemberdayaan wirausaha terdampak covid 19. Program ini dilaksanakan di Kelurahan Blindungan, Bondowoso.

Tujuan akhir yang diharapkan adalah perbaikan perekonomian mitra. Dalam program kerja tersebut, Mu’Tashim akan memberikan pendampingan pembuatan usaha dari awal proses pembelian, mengolah baju sampai siap jual, cara membranding produk dan cara memasarkannya di social media dan di market place.

“Melihat keadaan seperti ini saya tergerak membantu warga untuk berani memulai bisnis. Karena sulitnya mencari pekerjaan saat ini, saya tergerak untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru,” tutup Mu’tashim.

beras