Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Mahasiswa Terduga Simpatisan ISIS, PMII Jatim: Ancaman Gerakan Mereka Nyata
Ketua Bidang Keagamaan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur, Beny Yusman.

Mahasiswa Terduga Simpatisan ISIS, PMII Jatim: Ancaman Gerakan Mereka Nyata



Berita Baru, Surabaya – Penangkapan seorang mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) di Kota Malang oleh Detasemen Khusus (Densus) 88, Senin (23/5) siang pukul 12.30 WIB, ditanggapi Ketua Bidang Keagamaan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur, Beny Yusman.

Beny Yusman mengatakan, penangkapan oleh Densus 88 terhadap seorang mahasiswa berinisial IA yang diduga simpatisan kelompok teroris Islamic State Of Iraq and Syria (ISIS), jika cukup bukti maka patut didukung. Dia menambahkan bahwa ancaman gerakan teroris itu nyata dan bisa saja ada di lingkungan sekitar.

“Tahun 2019 hasil survei Setara Institute menyatakan ada dua kampus di Jawa timur dari 10 kampus se Indonesia yang terpapar paham radikal. Salah satunya UB. Kejadian penangkapan salah seorang mahasiswa terduga simpatisan ISIS mengkonfirmasi hasil survei itu. Ancaman gerakan mereka nyata,” katanya.

Menurut Beny, adanya seorang terduga simpatisan ISIS yang ditangkap di Malang itu adalah fenomena gunung es. Menurutnya, yang terlihat hanya puncaknya saja, bagian yang tidak terlihat lebih besar dari itu. Densus perlu didorong bisa lebih dalam lagi mengungkap jaringan yang terkait dengan mahasiswa tersebut.

“Hal yang perlu juga diketahui, dia itu mengenal dan menjadi salah satu simpatisan ISIS sebelum atau sesudah kuliah. Ya, kebetulan mahasiswa tersebut dari kampus umum. Tapi apakah gerakan mereka juga sudah masuk ke kampus-kampus agama. Ini menarik diketahui untuk membaca sebaran infiltrasi gerakan mereka,” imbuhnya.

PMII Jawa Timur sendiri, kata Beny, bidang keagamaan pada Musyawarah Pimpinan Daerah di Lumajang sudah menyepakati dibentuknya Badan Koordinasi Keagamaan yang salah satu fungsinya adalah melakukan upaya menangkal, mengawasi dan melawan gerakan radikal.

“Menangkal, mengawasi dan melawan gerakan radikal semua pihak harus sama bergerak. Tidak bisa hanya diserahkan kepada aparatur pemerintah saja, atau kampus saja, atau organisasi kemahasiswaan yang berhaluan moderat saja, misal PMII. Semua harus bekerja sama,” pungkasnya.

beras