Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Muspimnas PMII 2022 Rekomendasikan Perubahan Paradigma Gerakan
Peserta Komisi IV Pokok-pokok Pikiran dan Rekomendasi Muspimnas PMII 2022 di Tulungagung, Jawa Timur.

Muspimnas PMII 2022 Rekomendasikan Perubahan Paradigma Gerakan

Berita Baru, Tulungagung – Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) usai dilaksanakan. Kegiatan yang digelar di Tulungagung itu menghasilkan pelbagai rekomendasi. Perumusan paradigma gerakan tentang sikap PMII dalam melihat fenomena perubahan sosial, salah satunya.

Di tengah masifnya persoalan sosial, ekonomi, politik dan budaya yang melanda Indonesia, PMII mengalami kegamangan dalam bersikap. Wakil Sekretaris Kaderisasi Nasional PB PMII Ragil Setyo Cahyono, menjelaskan bahwa penentuan sikap organisasi penting dirumuskan kembali. Dia menilai tujuan tersebut agar keberpihakan PMII jelas dan terkonsolidir ke tiap tingkatan struktur, dari pusat sampai daerah.

Ragil mengatakan, paradigma yang masih dipakai sebagai cara pandang melihat fenomena perlu dikaji ulang, sesuai dengan perubahan sistem sosial saat ini. Pasalnya dia melihat, PMII seringkali terjebak pada hubungannya dengan alumni yang berada pada lembaga pemerintahan maupun swasta.

“Padahal, keberpihakan PMII terhadap rakyat itu harga mati,” kata Ragil kepada Beritabaru.co Jawa Timur, Kamis 26 November 2022.

Mahasiswa Magister Universitas Indonesia itu menambahkan, bahwa posisi dan arah perjuangan PMII saat ini membutuhkan pembacaan kritis atas kondisi sosial, politik, dan ekonomi di Indonesia.

“Hal ini penting guna melihat medan perang yang akan dihadapi. Ketika PMII tuntas membaca kondisi objektif yang terjadi, penentuan posisi dan arah perjuangan ke depan akan mudah dilakukan. Variabel yang dapat dibaca salah satunya ialah hubungan negara dan masyarakat sipil,” kata Ragil.

Dua hal itu bisa dikatakan menjadi suatu yang vital, dia melanjutkan, mengingat PMII adalah organisasi yang berada di antara dua elemen ini. PMII bukan bagian dari negara dalam artian pemerintahan. Dan PMII menjadi organisasi gerakan sosial yang masuk bagian kelompok masyarakat sipil. Untuk itu, pembacaan atas pola relasi antara negara dan masyarakat sipil menjadi unsur penting.

Memang, sudah saatnya agenda menuntaskan naskah paradigma dilakukan serta dikonsolidasikan. Mengingat, kondisi kader PMII, seringkali mengalami kebingungan dalam menyusun dan merumuskan gerakan atau bahkan buruknya mengalami kebingungan dalam merespon persoalan-persoalan sosial. Agenda rekomendasi mengenai perubahan paradigma gerakan, merupakan bentuk ikhtiar PB PMII untuk menyelesaikan persoalan kebingungan kader dalam merespon dinamika sosial.

Diketahui, perumusan paradigma gerakan ini nantinya akan melalui beberapa tahapan, di antaranya membentuk tim perumus yang akan disahkan oleh PB PMII, kemudian merumuskan naskah, dan menggelar simposium dengan mengundang para pakar, akhirnya akan diusulkan pada kongres PMII mendatang.

beras