Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Nasi Boranan, Kuliner Khas yang Wajib Anda Coba Saat Berkunjung ke Lamongan

Nasi Boranan, Kuliner Khas yang Wajib Anda Coba Saat Berkunjung ke Lamongan

Berita Baru, Lamongan – Rasanya belum lengkap kalau jalan-jalan ke kota Lamongan tapi belum mencoba kuliner di sana. Lamongan merupakan kabupaten kecil yang terletak di Jawa Timur yang memiliki berbagai makanan khas. Salah satunya adalah Nasi Boranan, atau sego boranan adalah makanan tradisional dan khas Lamongan, Jawa Timur.

Kuliner khas Lamongan yang satu ini bisa kita jumpai di trotoar sepanjang Jalan Jendral Sudirman. Mulai dari Lamongan Plaza hingga Stadion Surajaya Lamongan. Cukup mudah di temui karena berada tepat di jalur Pantura. Para pedagang di jalan Jendral Sudirman ini menjajakan dagangannya mulai sore hingga malam hari.  Nasi ini juga biasa dijajakan secara lesehan di sekitar kawasan pasar-pasar kota di Kabupaten Lamongan.

Istilah Nasi Boranan sendiri, diambil dari wadah nasi yang disebut Boranan, yaitu semacam keranjang yang terbuat dari bambu berbentuk lingkaran di bagian atas dan persegi di bagian bawah dengan keempat penyangga di setiap sudutnya. Dengan bentuk yang hampir sama, masyarakat sekitar Kota Lamongan juga menggunakan keranjang jenis ini untuk berbagai keperluan, seperti untuk mengangkut dan menyimpan berbagai komoditas hasil pertanian serta di beberapa tempat ditemukan juga sebagai alat pemindah air dari satu petak sawah ke petak kolam lainnya.

Pada umumnya, makanan di sajikan menggunakan alas piring ataupun mangkuk, berbeda dengan Nasi Boranan. Disajikan menggunakan kertas makanan yang dilapisi koran dan dibentuk kerucut atau dalam bahasa jawa di “pincuk” sebagai tempat makanan tersebut, cukup sederhana. Nasi Boranan terdiri dari nasi, bumbu, lauk, rempeyek (semacam gimbal), sayuran yang dicampur dengan parutan kelapa (saya menyebutnya gudangan) dan pletuk (nasi yang dikeringkan atau kacang). Bumbu dari nasi boranan terdiri dari rempah-rempah yang sudah di haluskan, serta lauk yang ditawarkan oleh penjual bervariasi, diantaranya daging ayam, jeroan, telur dadar, telur asin, tahu, tempe, aneka ikan panggang, ikan Bandeng, ikan Kutuk, dan ikan Sili. Dari ketiga jenis ikan ini, hanya ikan bandeng yang dibudidayakan oleh warga, sedangkan lainnya yaitu ikan kutuk dan ikan sili, biasanya hidup liar di rawa-rawa atau sungai sehingga harganya paling mahal diantara jenis lauk lainnya.

Khas Nasi Boranan yang tidak akan  ditemui pada menu lainnya, yaitu empuk, gimbal menyok, pletuk, dan ikan sili. Empuk ini dibuat dari tepung terigu yang dibumbui dan di goreng membentuk bola-bola yang enak, gimbal menyok merupakan gimbal singkong yang dipadupadankan dan menghasilkan gimbal yang enak, pletuk terbuat dari nasi yang dikeringkan atau kacang, lalu dibumbui dan digoreng.

Sedangkan lauk ikan sili ini yang tak bisa ditemui setiap saat, karena termasuk ikan musiman. Ikan sili dulu lebih dikenal sebagai ikan hias, harganya lebih mahal dibanding daging ayam. Bentuk ikan ini panjang seperti belut, tidak kentara mana bagian kepala atau ekornya. Durinya pun hanya ada di bagian tengah.

Harga Yang ditawarkan pun murah meriah sekitar Rp. 6.000,- sampai 17.000,- sesuai ikan yang dipilih. Dan dalam setiap porsinya Anda akan mendapatkan nasi, urap-urap sayur, pletuk, empuk, gimbal menyok, tahu/tempe, rempeyek dan menu lauk yang ingin dicicipi. Dan Nasi Boranan ini biasanya dijual pukul 04.30-08.30 dan 16.00- 04.30 secara bergiliran antar pedagang.

beras