Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Netzme Tunjuk Desa Cangkring sebagai Desa Model Percepatan Ekonomi Digital

Netzme Tunjuk Desa Cangkring sebagai Desa Model Percepatan Ekonomi Digital



Berita Baru Jatim, Jember – PT Netzme Kreasi Indonesia menunjuk Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, sebagai Desa percontohan dalam program Percepatan Ekonomi Digital di Jawa Timur.

Dalam program ini, Netzme bekerja sama dengan Bank Indonesia. Dalam suksesinya, mereka menggandeng sejumlah instansi pemerintah terkait.

Pada acara peresmian Desa Cangkring sebagai model Percepatan Ekonomi Ditigal, Kamis (19/8/21), yang dihadiri oleh sejumlah undangan seperti Asisten III Bupati, Kepala Diskominfo, dan Pejabat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Hadir pula Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember, Hestu Wibowo dan Deputi Kepala, Edy Parwoto.

Sementara Camat Jenggawah, Rachman Hidayat, Kepala BUMDes Cangkring, Sutrimo, Ketua BPD Cangkring, Mohammad Farhan dan Kades Cangkring sendiri Tohari juga turut hadir.

Koordinator Pengembangan Netzme Wilayah Jawa Timur, Ery Purbojo, mengatakan, bahwa Program Percepatan Ekonomi Digital pedesan ini dibuat guna membantu memberikan edukasi praktis transaksi secara non tunai kepada masyarakat pedesaan.

“Banyak masyarakat Indonesia yang belum bisa merasakan kemudahan teknologi itu dari situ kami mencoba untuk melakukan komunikasi dengan banyak pihak, sampai dititik ini ada i’tikad baik dari Desa Cangkring,” tutur Ery saat dikonfirmasi.

Akhirnya Netzme membuat nota kesepemahaman dengan Desa Cangkirng untuk menjadikan Desa tersebut sebagai desa model Percepatan Ekonomi Digital.

Pada kesempatan itu, Kepala Perwakilan BI Jember memberikan sambutan sekaligus melakukan peluncuran program secara simbolis.

Lebih lanjut, Ery menjelaskan saat ini program Netzme ini telah dilaksanakan di tiga lokasi di Pulau Jawa.

Ery berharap program ini berjalan dan berkembang dengan baik dari waktu ke waktu.

“Ada di Jawa Barat tepatnya di Kabupaten Ciamis, Jawa Tengah di Kabupaten Boyolali, dan di Jawa Timur di Kabupaten Jember ini,” paparnya.

“Kami berharap yang terbaik (memberikan solusi) untuk masyarakat saat ini,” katanya.

Saat ini menurut Netzme teknologi keuangan berkembang pesat, namun sebagian besar masyarakat desa di Indonesia belum merasakan kemudahan itu.

Program Percepatan Ekonomi Digital Jawa Timur lahir dari keinginan Netzme untuk meningkatkan literasi digital dan keuangan penduduk di desa-desa Indonesia.

Pengembangan Desa Digital tidak akan terhenti hingga desa berhasil membuat website atau fanpage saja, melainkan hingga mereka terbiasa memanfaatkan pelbagai perangkat teknologi transaksi non-tunai.

“Program ini merupakan bentuk komitmen kami untuk turut mendukung program pemerintah, khususnya Bank Indonesia, yaitu mewujudkan inklusi keuangan di seluruh Indonesia, serta digitalisasi desa akan terus dilaksanakan secara sustainable hingga masyarakat desa di seluruh Indonesia melek teknologi,” ujar Joseph Eko selaku Chief Marketing Officer (CMO) PT Netzme Kreasi Indonesia.

Selama program berlangsung, Netzme akan memperkenalkan dan membina penduduk Desa Cangkring untuk bertransaksi secara non-tunai.

Melalui momen ini, Netzme mengajak pihak-pihak dengan tujuan dan visi yang sama untuk bersama berkolaborasi mengembangkan ekonomi digital desa guna mencapai pemerataan kesejahteraan di seluruh Indonesia.

Diharapkan, program Desa Digital dapat memudahkan kehidupan warga Desa Cangkring dan menjadikannya desa yang mandiri secara ekonomi, khususnya melalui Pengelola Keuangan Digital Desa yang akan dioperasikan oleh BUMDes Cangkring.

beras