Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Ngaji Nashoihul Ibad, Kiai Zuhri Terangkan Ilmu dan Akal
KH. Zuhri Zaini, Pengasuh PP Nurul Jadid.

Ngaji Nashoihul Ibad, Kiai Zuhri Terangkan Ilmu dan Akal

beras

Berita Baru, Probolinggo – “Untuk mengetahui perbuatan hak dan batil, amal yang paling utama adalah mencari ilmu karena dengan ilmu kita bisa membedakannya,” dawuh KH. Zuhri Zaini, Pengasuh PP Nurul Jadid, Probolinggo saat mengisi pengajian Ramadan di Masjid Jami Pondok Pesantren Nurul Jadid, Senin (04/04/2022).

Kiai Zuhri menerangkan bahwa manusia diberi akal oleh Allah untuk mencari ilmu sehingga mampu membedakan yang benar dan yang batil. Dilansir dalam laman YouTube Pesantren Nurul Jadid, beliau menjelaskan bahwa orang yang berakal tidak akan sembarangan berbuat sesuatu yang buruk karena dirinya diikat oleh ilmu.

Jadi, akal bukan semata-mata mengetahui, tetapi mengikat dengan ilmu sehingga bisa mencegah perbuatan-perbuatan buruk. “Orang yang betul-betul berakal adalah orang yang bisa menahan diri dari segala sesuatu yang tidak baik,” dawuhnya saat mengampu Kitab Nashoihul Ibad.

Menurut beliau akal merupakan penyinar hati jika diikuti dengan ilmu. Oleh karena itu kita harus bisa mengendalikan akal agar hati kita tidak mati dan terus mendapatkan cahaya.

“Akal harus disertakan kemampuan mengendalikan diri agar kita bisa membedakan perbuatan hak dan batil dalam batas tertentu bukan mutlak tanpa batas,” tutur Kiai Zuhri.

Kiai Zuhri mencontohkan jika orang melaksanakan shalat tanpa ilmu, kemungkinan besar shalatnya tidak sah. Itu sebabnya, beliau melanjutkan, beramal harus disertai ilmu agar tujuan hidup seseorang tercapai.

“Tujuan kita hidup adalah memperoleh kebahagiaan dan keselamatan. Oleh karena itu usaha yang harus dilakukan adalah mencari ilmu tentang kebahagiaan hidup, yakni mengenal Allah,” dawuh Kiai Zuhri.

beras