Optimisme BEM FEB Unej untuk Perekonomian Jember

Dok.Foto: Youtube BEM FEB UNEJ

Berita Baru Jatim, Jember – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember menggelar acara Diskusi Wacana Ekonomi Terbuka (Dinamika) dengan tema “Transparancy, Fairness and Welfare :  APBD dan Optimisme Perekonomian Jember”, Minggu (11/04/2021) secara daring.

Menghadirkan beberapa pemateri antara lain akademisi Universitas Jember, Moehammad Fathorrozi, Agusta Jaka Purwana mewakili pihak legistatif dan pihak eksekutif yaitu Bupati Jember, Hendy Siswato serta dimoderatori oleh Yulia Indrawati, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Jember, Iwan Taruna, dan dihadiri oleh Ketua DPRD Jember M. Itqon Syauqi, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, Isti Fadah.

Tema ini diangkat berdasarkan isu yang akhir-akhir ini menjadi sorotan publik. Pasalnya, APBD yang sempat ‘mandek’ selama 2 tahun dari tahun 2019, yang mengakibatkan roda perekonomian Jember mengalami stagnan. Salah satu dampak yang sangat terasa bagi masyarakat Jember yaitu banyak infrastruktur jalan raya yang rusak.

“Sehingga, BEM FEB Unej mengangkat permasalahan tersebut yang dibahas secara komprehensif oleh akademisi, legislatif, dan eksekutif,” kata  Muhammad Zainur, Ketua BEM FEB Unej.

Berita Terkait :  Ringankan Trauma Pascagempa, Kopri Mamuju Gelar Psikososial

Iwan Taruna membenarkan hal tersebut. Menurutnya, dampak mandeknya APBD sangat berpengaruh. “Oleh karena itu, acara yang digagas oleh BEM FEB Unej menurut saya sangat luar biasa,” ujar Iwan dalam sambutannya.

“Mudah-mudahan acara seperti ini tetap bisa digalakan, terlebih alhamdulillah masyarakat Jember sudah mempunyai APBD, insyaallah 1-2 hari ke depan akan ditaken oleh pusat, sehingga Jember bisa meneruskan pembangunannya,” kata Itqon dalam sambutannya.

Dari hasil diskusi yang berlangsung selama 4 jam tersebut, ada beberapa kesimpulan yaitu akselerasi pembangunan perlu didukung oleh kinerja dan sustainability fiskal dari APBD, dan yang terpenting adalah reformasi struktural, transformasi ekonomi, akselerasi dalam pemulihan ekonomi daerah, dan akselerasi dalam prioritas pembangunan Jember yaitu pada infrastruktur.

“Semua hal tersebut, perlu didukung sinergi dan kolaborasi antara eksekutif, legislatif dan seluruh komponen masyarakat termasuk akademisi. BEM FEB UNEJ menilai bahwa optimisme ini harus menjadi spirit bersama dan meyakini bahwa APBD adalah jantungnya pembangunan daerah,” pungkas Zainur.

Facebook Comments Box
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini