Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Pelukis Difabel Beri Kejutan Ke Bupati Ipuk Fiestiandani
Lukman Hakim pelukis difabel asal Banyuwangi memberi suprise ke Ipuk FIestiandani.

Pelukis Difabel Beri Kejutan Ke Bupati Ipuk Fiestiandani



Berita Baru Jatim, Banyuwangi – Pelukis difabel memberikan kejutan ke Ipuk Fiestiandani Bupati Banyuwangi dengan hasil karyanya. Rabu (02/5/2021) kemarin.

“Saat saya mendengar ibu mau ke desa kami, saya langsung membuat lukisan ini,” ungkap Lukman Hakim sang pelukis yang menyerahkan lukisan cat minyak bergambar Bupati Ipuk mengenakan pakaian dinas resmi untuk upacara besar.

Lukman butuh waktu empat hari merampungkan lukisannya dan kuran lebih tujuh jam dihabiskan di depan kanvas.

“Saya lembur, mulai jam 2 malam sampai jam 9 pagi. Begitu terus selama 4 hari,” ungkap lelaki berumur 29 tahun itu, di kutip dari website Pemkab Banyuwangi.

Pelukis difabel itu itu cukup dikenal namun tidak seperti pelukis lainnya yang menggunakan tangan.

Lukman melukis menggunakan kakinya dan keterbatasannya itu tak membuat bakat seninya surut.

“Sejak kecil saya sudah senang menggambar dan hobi ini, saya terus asah secara otodidak,” cerita Lukman.

Tahun 2013, Lukman telah menjadi profesional di dunia lukis-melukis dan banyak pesanan lukisannya yang pusat penghasilannya.

Banyak tokoh yang telah dilukisnya, selain Bupati Banyuwangi, ia juga pernah melukis Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan sejumlah pejabat lain yang pernah berkunjung ke Banyuwangi.

“Beberapa lukisan saya juga disimpan oleh kolektor dan ada juga di hotel-hotel Banyuwangi dan di antaranya ada di Aston,” kata Lukman.

Ia juga telah mengikuti sejumlah pameran. Baik yang ada di Banyuwangi, maupun di luar kota.

“Alhamdulillah, di Banyuwangi sendiri, perhatian pemerintah terhadap para pelukis cukup baik. Setiap tahunnya sering menggelar pameran lukisan,” akuinya.

Ipuk Fiestiandani Bupati Banyuwangi, bangga hasil karya dari Lukman Hakim karena dari keterbatasan fisik tak membuatnya urung untuk berkarya.

“Ini tidak semata sebuah karya lukis, namun spirit bagi kami untuk terus berkarya bagi kemajuan Banyuwangi,” ujarnya.

Ipuk menyebutkan Banyuwangi kini sedang mempersiapkan ruang pamer khusus yang dapat dimanfaatkan oleh para seniman.

Di antaranya ada di Gedung Djoeang Banyuwangi yang telah direvitalisasi serta komplek terminal terpadu pariwisata.

“Ini akan menjadi kesempatan bagi seniman, seperti Mas Lukman untuk bisa menampilkan karyanya dan dikenal lebih luas. Gedung seni tersebut akan segera kami resmikan dalam waktu dekat,” pungkasnya.

beras