Pembelajaran Hanya Melalui WhatsApp, Mahasiswa KKN 42 Unej Inovasikan Aplikasi Belajar Online Pada Guru TK

KKN Back to Village Universitas Jember (Foto: Beritabaru.co)
KKN Back to Village Universitas Jember (Foto: Beritabaru.co)

Berita Baru Jatim, Jember — Pada tahun ini, Universitas Jember menggagas program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertema Back To Village atau KKN Mandiri yang dilaksanakan secara individu oleh mahasiswa sebagai bentuk pencegahan penularan Covid-19. KKN Mandiri ini diikuti oleh 3.997 mahasiswa.

KKN Back To Village tersebut memiliki lima tema besar yang dapat bebas dipilih oleh mahasiswa sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan di sekitar tempat tinggalnya, antara lain; 1) Program Pemberdayaan Wirausaha Masyarakat Terdampak Covid-19, 2) Program Inovasi Teknologi/informasi dalam Penanganan Covid-19, 3) Program Pemberdayaan Bumdes/jaring Pengaman Desa Penanganan Covid-19, dan 4) Program Inovasi Pendukung Pembelajaran Anak Sekolah saat Covid-19.

Roadmap KKN Back to Village Universitas Jember (Foto: Istimewa)

Ulfatus Soimah, salah satu peserta KKN Back To Village kelompok 42 mengambil tema Inovasi Pembelajaran Anak Sekolah Saat Covid-19. Ia mengenalkan aplikasi belajar online kepada  guru TK Dewi Masyithoh di Desa Balung Lor, Kecamatan Balung. Menurutnya, pengenalan aplikasi belajar online pada guru TK juga penting untuk mengejar arus teknologi apalagi dalam situasi pandemi seperti ini.

Berita Terkait :  Dosen FIB Unej Adakan Pelatihan Publikasi Jurnal Internasional

“Kita semua tidak tau kapan pandemi ini akan berakhir, pengenalan aplikasi belajar online pada guru TK menurut saya juga penting, karna mau tidak mau mereka harus mengikuti laju teknologi pada masa ini,” ungkap Ulfa saat diwawancarai via WhatsApp, Minggu (9/8/2020).

Ulfa mengungkapkan bahwa dia menginovasikan pembelajaran siswa dengan pengenalan aplikasi Google Meet, Google Classroom, dan Quizizz.

“Saya mengenalkan ketiga produk tersebut sebagai alternatif guru dalam memberikan materi dan tugas pada siswa. Namun dalam proses pengenalan aplikasi Quizizz terdapat hambatan yakni guru kurang mampu mengakses aplikasi game edukasi tersebut. Hal itu bisa dijadikan evaluasi bagi saya,” terangnya.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini