Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Akhmad Hadian Lukita
Dirut PT LIB, Akhamd Hadian Lukita

Profil Akhmad Hadian Lukita, Dirut PT LIB yang Ditetapkan Tersangka Atas Tragedi Kanjuruhan Malang

Berita Baru, Sepakbola – Direktur Utama (Dirut) Akhmad Hadian Lukita mengenal lebih dekat sosoknya yang ditetapkan tersangka oleh pihak Kepolisian di Tragedi Kanjuruhan Malang

Buntut dari Tragedi Kanjuruhan, Kapolri mengumumkan enam tersangka terkait kejadian tersebut, termasuk Dirut PT LIB selaku operator Liga 1 dan tiga dari pihak kepolisian.

Kabar tersebut diumumkan langsung oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dalam konferensi pers yang diadakan pada Kamis (6/10/2022) hari ini, Listyo Sigit menjelaskan jika tim investigasi telah melakukan penyelidikan sesuai dengan mandat yang telah diberikan oleh Presiden RI Joko Widodo. 

Dalam kesempatan ini, Listyo Sigit telah menetapkan enam tersangka terkait Tragedi Kanjuruhan Malang, salah satunya adalah Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita. 

Listyo Sigit menyebutkan jika Akhmad Hadian Lukita terbukti bersalah karena bertanggung jawab untuk menolak pemindahan pelaksanaan pertandingan pada sore hari.

Dirut PT LIB juga dianggap bersalah karena tidak melakukan verifikasi Stadion Kanjuruhan, Malang.

Berdasarkan investigasi, sertifikat verifikasi Stadion Kanjuruhan yang dipakai tertanda tahun 2020, yang menurut Kapolri belum di-update ke tahun 2022. 

“Tadi pagi telah dilaksanakan gelar perkara, meningkatkan status terkait dengan dugaan pasal 359 dan 60 KUHP tentang menyebabkan orang mati atau pun luka-luka berat karena kealpaan, dan pasal 103 ayat 1 Jo Pasal 52 UU nomor 11 tahun 2022 tentang keolahragaan.”

“Berdasarkan gelar dan alat bukti permulaan yang cukup, maka ditetapkan saat ini enam tersangka,”

“Di mana yang tadi saya sampaikan yang bertanggung jawab memastikan tiap stadion memiliki sertifikat layak fungsi tetapi pada saat menunjuk stadion LIB persyaratan fungsinya belum dicukupi dan menggunakan hasil verifikasi 2020,”

“Berdasarkan gelar dan alat bukti permulaan yang cukup, maka ditetapkan saat ini enam tersangka, yaitu saudara AHL, Direktur Utama PT.LIB,” ujarnya.

Selain itu, kepolisian juga telah menetapkan Abdul Haris (ketua panitia pelaksana), SS selaku security officer (terkait masalah steward dan keamanan).

Wahyu SS dari KaBagOps Polres Malang (mengetahui terkait aturan gas air mata FIFA).

H dari Brimob Polda Jatim (memerintahkan anggotanya menembakkan gas air mata), dan BSH dari Kasat Samapta Polres Malang sebagai tersangka.

Dari nama-nama yang disebutkan sebagai tersangka, Akhmad Hadian Lukita menjadi sorotan karena banyak dikenal publik sepakbola Tanah Air di dua tahun terakhir, seperti apa sosoknya?

Profil Akhmad Hadian Lukita

PT Liga Indonesia Baru (LIB) adalah operator kompetisi yang ditunjuk oleh PSSI menggantikan PT Liga Indonesia (LI) pada 16 Maret 2017 melalui kongres luar biasa.

Adapun kompetis yang dinaungi oleh PT LIB ada Liga 1, Liga 2, dan Liga 1 U-20.

Namun saat ini, semuanya sementara terhenti akibat tragedi Kanjuruhan yang memakan korban 131 jiwa.

Sejak menjadi operator Liga 1 pada tahun 2017 lalu, PT LIB tercatat sudah beberapa kali berganti Direktur Utama. 

Tercatat sudah ada tiga sosok sebelum Akhmad Hadian Lukita menduduki kursi Direktur Utama PT LIB. Mereka adalah Berlinton Siahaan (2017-2019), Dirk Soplanit (2019), dan Cucu Somantri (2020).

Sedangkan Akhmad Hadian Lukita saat ini menjadi orang keempat yang menjabat Direktur Umum, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 2020 lalu.

Lukita menggantikan Cucu Somantri yang mengundurkan diri pada 19 Mei 2020. Meski namanya terasa asing di telinga para pecinta sepakbola, namun ternyata ia adalah orang yang berpengalaman di bidang olahraga.

Pria kelahiran Bandung, Maret 1965 ini pernah bekerja di berbagai bidang olahraga selama 15 tahun, berdasarkan data di akun Linkedin-nya.

Beberapa pengalamannya antara lain sebagai Penelti/Konsultan IT, Telekomunikasi, Manajemen, Pengembangan Bisnis, hingga Energi.

Di bidang olahraga, pria yang lahir di Bandung pada Maret 1965 itu pernah ditunjuk sebagai Presiden Indonesia Formula One Society di Indonesia tahun 1999 dan bertindak sebagai Ketua Paguyuban Karyawan SBTM ITB sejak 2007.

Lukita juga tercatat pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT LAPI Divisi tahun 2012. Di PT LIB, Lukita bertugas memantau berjalannya dua yakni Liga 1 dan Liga 2.

Ia turut didampingi Direktur Operasional PT LIB Sudjarno dalam menggawangi operator kompetisi profesional di tanah air tersebut.

Profil:

Nama: Akhmad Hadian Lukita 
Tempat/ Tanggal Lahir: Bandung Maret 1965
Pendidikan S1: Arsitektur
Pendidikan S2: Master of Business Admintration ITB

beras